Apa Makna Tepuk Tepung Tawar Tradisi Adat Melayu Riau?


Selasa,11 Juni 2019 - 14:45:52 WIB
Apa Makna Tepuk Tepung Tawar Tradisi Adat Melayu Riau? (foto: int)

Bagi masyarakat Melayu Riau, tradisi Tepuk Tepung Tawar atau Tepung Tawar merupakan simbol untuk mendoakan seseorang karena keberhasilannya. Upacara ini menjadi salah satu bagian penting dalam sejumlah prosesi adat istiadat. Baik dalam acara adat perkawinan, khatam, berandam, syukuran, peresmian maupun prosesi lainya.

Sampai saat ini masyarakat Melayu di provinsi Riau dan Kepulauan Riau ini masih melaksanakan Tepung Tawar. Upacara ini menjadi simbol yang hakekatnya tetap pada kekuatan memohon doa kepada Allah SWT, agar dihindarkan dari segala marabahaya.

Dalam ungkapan orang melayu, yang disebut Tepuk Tepung Tawar, menawar segala yang berbisa, menolak segala yang menganiaya, menjauhkan segala yang menggila, mendindingkan segala yang menggoda, menepis segala yang berbahaya. Selanjutnya juga disebutkan di dalam Tepuk Tepung Tawar, terkandung segala restu, terhimpun segala doa, terpatri segala harap, tertuang segala kasih sayang.

Tepung Tawar merujuk pada alat yang digunakan seperti bedak sejuk dicampur air perenjis, yang manfaatnya diyakini bisa meneduhkan hati dan kalbu. Kemudian daun sitawar, daun sidingin (sosor bebek), daun juang-juang, daun ati-ati dan daun rusa (gandarusa). Diikat daun ribu-ribu atau benang 7 rupa. Beragam tumbuhan ini juga diyakini dapat menjadi penawar berbagai penyakit.

Alat selanjutnya yakni beras tabur, dipakai untuk ditaburkan sebagai lambang pemberian doa dan berkat. Beras tabur terdiri dari beras kunyit atau beras kuning, beras putih basuh, bertih. Beras kuning melambangkan marwah, beras putih basuh mengandung arti memutihkan hati. Bertih, adalah padi digongseng melambangkan perkembangan baik untuk kemudian hari.

Selain itu ada juga, bunga rampai, melati, pandan, mawar untuk menciptakan harum wangi serasi. Kemudian Inai dipadukan gambir dan air wangi. Makna ramuan ini yakni menyatukan keluarga menjadi sakinah dan kewibawaan.

Ketua Mejelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau, Datuk Seri Al Azhar, mengatakan Tepuk Tepung Tawar adalah simbolik, hakekatnya tetap pada kekuatan doa kepada sang pencipta semesta.

 “Tepung Tawar peristiwa memberikan kepercayaan diri dalam mengarungi kehidupan, dari kesadaran bahwa manusia tidak hidup sendiri. Merupakan ekspresi simbolik, melalui doa kepada Allah SWT. Memohon mendapatkan berkah dan kewibawaan,” kata Datuk Seri Al Azhar seperti dilansir GenPI.co.

Menurutnya arti kata “tawar” adalah penawar bukan dalam arti ekonomi. Tetapi menawar "bisa" atau secara simbolik adalah aura aura jahat.  Lembaga Adat Melayu Riau telah beberapa kali menggelar tepung tawar kepada tokoh nasional.(Parl)

 


Akses riaubisnis.co Via Mobile m.riaubisnis.co
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Jl. Arifin Ahmad/Paus Ujung (Komp. Embun Pagi), B 13, Pekanbaru, Riau – Indonesia
CP : 0812 6812 3180 | 0853 7524 1980
Email: [email protected]