Dari Pandemi COVID-19 dan Harapan Industri Hulu Migas

Rabu,26 Agustus 2020 - 15:51:30 wib
https://youtu.be/GCThlx6QRaw

Sampai saat ini peranan sektor minyak dan gas atau Migas, sangat penting dalam perekonomian Indonesia, karena porsinya yang sangat besar dalam penerimaan Negara.

Sebagai salah satu penggerak perekonomian Indonesia, selain menyumbang pendapatan Negara, sektor hulu migas turut memberikan kontribusi dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di daerah penghasilnya, salah satunya adalah di Provinsi Riau.

Industri Migas terus memberi kontribusi signifikan bagi pendapatan dan pembangunan daerah di Provinsi Riau, selain juga dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Sumbangsih lain yang langsung dirasakan masyarakat adalah adanya program-program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Ditambah lagi, Provinsi Riau menjadi penyumbang terbesar produksi minyak mentah secara nasional, dari target lifting 775 ribu barel per hari, pada per Januari 2019, Riau menyumbangkan 30 persen di antaranya atau sekitar 222.330 barel per hari. Secara nasional, KKKS harus membuat terobosan-terobosan untuk mendukung capaian target produksi 1 juta barel per hari di tahun 2030.

Dengan masuknya masa pandemi Covid 19 pada tahun 2020 ini, Industri hulu migas Indonesia bagian dari industri migas global, tentu terdampak langsung dengan kondisi ini, termasuk Industri hulu migas di Provinis Riau, akibat kombinasi mendadak hilangnya permintaan yang siginifikan akibat pandemi Covid-19 dan produksi minyak global yang masih berlimpah. Dampak yang langsung terlihat adalah, turunnya permintaan minyak global secara signifikan yang berakibat harga minyak turun drastis, dan semua tangki penampung yang tersebar di dunia dalam posisi penuh.

Dengan masuknya masa pandemi Covid 19, setidaknya ada upaya akan mengubah pola bisnis industri hulu migas ke depan. Menurut Deputi Kajian dan Opin Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), Benny Lubiantara, perlunya kembali didorong upaya-upaya ekstra dari semua pemangku kepentingan agar industri hulu migas tetap bisa survive beroperasi, direkomendasikan strategi dan upaya yang perlu dilakukan dalam jangka pendek/ yakni dukungan kelangsungan operasional sektor hulu migas agar tetap berjalan.

Selanjutnya dalam jangka menengah dan jangka panjang, bahwa era Covid 19 ini harus dijadikan momentum bagi pemangku kepentingan di sektor hulu migas untuk lebih investor friendly, memangkas proses perizinan, koordinasi dan birokrasi yang selama ini berdampak terhadap ekonomi biaya tinggi. Perlunya meningkatkan daya saing investasi sektor hulu migas di Tanah Air menjadi semakin mendesak. Saat ini semua negara-negara produsen minyak sedang menyiapkan skema/model bisnis migas baru dalam rangka memperbaiki daya saing negara tersebut.

Kalau upaya ini tidak dilakukan, tentunya akan berdampak ke banyak sektor, terutama secara langsung maupun tidak langsung, kehadiran industri hulu migas memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian nasional dan regional, namun khususnya memberikan dampak di sekitar wilayah operasi hulu Migas di Provinsi Riau.(*)

Sumber: Berbagai sumber berita.

BERITA LAINNYA