foto: int
PT Hutama Karya (HK) yang mendapat penugasan membangun tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 km, masih kekurangan modal untuk bisa merampungkan bagian proyek tol Trans Sumatera tersebut. Hal ini terungkap dari penjelasan Direktur Utama PT HK I Gusti Ngurah Putra dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di kompleks Parlemen Jakarta, Senin (22/1/2018).
Dalam rapat itu, HK juga melaporkan progres proyek tol Trans Sumatera ruas Bakauheni Terbanggi Besar 140 km, Palembang-Indralaya 22 km,Palembang-Tanjung Api-api100 km, dan Medan-Binjai 18 km.
“Progres Pekanbaru-Dumai tanah 56 persen, sedangkan progresnya baru 6 persen dan akan kami selesaikan sesuai permintaan pada 2019,” ucap Putra dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi VI Teguh Juwarno dilansir Riau Pos.
Untuk tahun ini, kelanjutan proyek tersebut rencananya dibiayai dengan porsi modal (ekuitas) dari penjualan akses tol Tanjung Priok yang diberikan pemerintah kepada HK. Saat ini, perusahaan pelat merah itu sedang mencarikan bon atau dijual dengan prediksi harga Rp4 triliun-Rp4,5 triliun.
Karenanya untuk dapat memenuhi keperluan ekuitas pembangunan tol Pekanbaru-Dumai yang diperkirakan Rp7 triliun-Rp8 triliun, HK masih kekurangan modal sekitar Rp3 triliun. Untuk itu, dalam rapat tersebut Putra juga menyampaikan rencana untuk meminta tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) pada APBN 2019 mendatang, salah satunya untuk proyek Pekanbaru-Dumai.(*)
Vaksinasi Mandiri Pakai 20,2 Juta Dosis Vaksin Sinopharm & Moderna
Seharian Negatif, IHSG Ditutup Merah ke Level 6.447
Sri Mulyani Siap Tambah Utang Demi Lawan Corona
Harga CPO untuk Bea Keluar Turun Jadi US$713,89 per Ton
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Naik Semua, Emas UBS Rp 968.000 Segram
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Rabu 15 September 2021, Cenderung Naik