(foto: bisnis.com)
Bank sentral dalam negeri diperkirakan akan menaikkan suku bunganya minimal dua kali pada tahun ini untuk menghalau tekanan terhadap rupiah seiring dengan kenaikan suku bunga US Treasury dan proyeksi kenaikan Fed Fund Rate.
Berita dilansir bisnis.com ini menyatakan, kenaikan 7 Day Reverse Repo berpotensi lebih banyak dari perkiraan awal di mana penaikan paling cepat terjadi pada Mei 2018.
Direktur Riset Center of Reform on Economy (CORE) Pieter Abdullah Redjalam mengungkapkan, sepanjang tahun ini ada kemungkinan Bank Indonesia (BI) melakukan penyesuaian suku bunga. "Fed menaikkan suku bunga 3-4 kali selama 2018, Bank Indonesia dapat dipastikan akan menaikkan suku bunga acuan BI 7DRR minimal dua kali," ungkap Pieter, Minggu (29/4/2018).
Menurutnya, penyesuaian suku bunga acuan bisa dilakukan oleh BI pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2018, apabila tekanan nilai tukar tidak cukup terkendali hanya dengan intervensi. Bank sentral tentu akan mempertimbangkan stabilitas makro khususnya nilai tukar ketika Fed mulai melakukan perubahan suku bunga acuan di AS.
Kenaikan ini, tambah Pieter, akan diikuti oleh kenaikan suku bunga deposito dan suku bunga kredit. Hal ini akan bertentangan dengan niat awal mendukung pertumbuhan ekonomi melalui penyerapan kredit yang lebih baik.
Namun, Pieter mengemukakan hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Data empirik selama 2016-2017 membuktikan laju pertumbuhan kredit tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh suku bunga acuan. "Apabila stabilitas makro terjaga dan minat investasi meningkat, pertumbuhan kredit masih dimungkinkan tumbuh lebih tinggi. Walaupun suku bunga acuan BI tahun ini meningkat," tegas Pieter.(*)
Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, 10 Juni 2020
Pertamina Tekan Biaya Produksi BBM di Tengah Melonjaknya Harga Minyak
Emas Antam Dijual Rp 705.000/Gram Awal Pekan Ini
Gojek dan Tokopedia Bentuk GoTo, Jadi Grup Teknologi Terbesar di Indonesia
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Senin 27 September 2021
Mendag Zulhas Kembangkan Pasar Ekspor Afrika Hingga India: Orangnya Banyak