sumber photo detik.com
Pada perdagangan kemarin (10/03), IHSG ditutup melemah sebesar 0,09% ke level 6.478,33. Delapan dari sepuluh indeks sektoral berakhir dalam teritori negatif, di mana sektor Perkebunan dan Properti memimpin pelemahan masing-masing sebesar 0,71% dan 0,54%. Adapun saham yang menjadi pemberat indeks iantaranya: BMRI, GGRM, CPIN, KAEF dan TLKM.
Sementara itu pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (netbuy) sebesar Rp 342 miliar. Nilai tukar rupiah terapresiasi sebesar 0,10% ke level Rp 14.153.
Pada perdagangan kemarin (10/4) bursa saham Wall Street kompak ditutup dalam zona hijau, di mana indeks Dow Jones naik tipis sebesar 0,03%, S&P menguat 0,35% dan Nasdaq positif 0,69%.
Positifnya pergerakan bursa Wall Street ditopang oleh hasil dari notulen rapat FOMC yang dinilai masih sesuai dengan perkiraan pasar sebelumnya.
Selain itu pelaku pasar menilai rilisnya data Inflasi bulan Maret 2019 masih cukup stabil atau naik 0,4%, data tersebut dinilai semakin mendukung keputusan The Fed untuk menunda keputusan menaikkan suku bunga di tahun ini, dikutip dari laman detik.com.
IHSG ditutup melemah sebesar 0,1% ke level 6.478. IHSG ditutup bullish candle dengan menguji resistance terdekat. Adapun indikator Stochastic netral dan MACD histogram ke arah positif dengan Volume turun. Diperkirakan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan menguat dengan pergerakan di kisaran 6.454-6.525. (wili)
Minggu Ketiga April, Dana Asing Masuk RI Rp 71 T
Harga Emas Antam Naik Rp6.000 Dibanderol Rp774.000/Gram
Terkuat di Masa Pandemi, Rupiah Tembus 13.885 per Dolar AS
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2020
Bursa Asia Bergerak Positif, IHSG Dibuka Menguat di 6.444
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Selasa 28 September 2021