sumber photo detik.com
Pada perdagangan awal pekan ini (22/3), IHSG ditutup melemah 1,42% ke level 6.414,74. Seluruh indeks sektoral berakhir dalam teritori positif, di mana sektor aneka industri dan konsumsi memimpin penguatan masing-masing sebesar 3,56% dan 2,77%. Adapun saham yang menjadi penggerak indeks diantaranya: HMSP, ASII, UNTR, TLKM, MAYA.
Sementara itu pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (netbuy) sebesar Rp 56 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0,23% ke level Rp 14.078.
Pada perdagangan semalam (22/4) indeks Wall Street ditutup mixed dengan kecenderungan menguat terbatas, di mana S&P menguat 0,10% dan Nasdaq naik 0,22%. Sedangkan satu indeks lainnya yakni Dow Jones berakhir melemah sebesar 0,18%.
Minimnya pergerakan indeks cenderung terpengaruhi oleh antisipasi para pelaku pasar menantikan rilisnya laporan keuangan Kuartal I-2019 sejumlah perusahaan besar seperti, Coca Cola, Facebook, Twitter hingga Microsoft yang diperkirakan dilaporkan pada pekan ini.
IHSG pada perdagangan hari ini berpeluang melemah salah satunya diperkirakan oleh masih belum adanya kepastian atas pemilihan presiden hingga saat ini. Serta dari dalam negeri belum ada rilis data ekonomi yang mampu menopang pergerakan IHSG.
Meski demikian, secara psikologis penurunan IHSG pada perdagangan kemarin sudah cukup besar dan masih memiliki potensi untuk rebound meski terbatas, dikutip dari laman detik.com.
Secara teknikal, IHSG ditutup bearish candle. Adapun ndikator Stochastic bearish dan MACD histogram kembali negatif dengan volume naik tipis. Diperkirakan IHSG kembali bergerak melemah dengan pergerakan di kisaran 6.339-6.438. (wili)
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Rabu 2 Juni 2021
Sri Mulyani: Pajak Rakyat Sebagian Digunakan untuk Penanganan Covid-19
Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini Turun, Mulai Rp537.500
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, 21 Desember 2020
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Senin 27 September 2021
J.P.Morgan: Ada 'Cahaya' dari Gelapnya 2023