sumber foto cnbcindonesia.com
PT PP Tbk (PTPP) menerbitkan obligasi senilai Rp 1,25 triliun yang ditawarkan dalam dua seri dengan tingkat bunga sebesar 8,25% dan 8,50% per tahun. Surat utang ini akan ditawarkan kepada investor pada 21-22 November 2019 mendatang.
Dikutip dari laman cnbcindonesia.com, berdasarkan prospektus ringkas yang dirilis perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, dana dari penerbitan ini akan digunakan untuk melakukan pembiayaan kembali (refinancing) obligasi sebelumnya senilai Rp 300 miliar. Sedangkan sisanya akan digunakan untuk mendanai pembangunan infrastruktur yang saat ini ditanganinya.
Dalam penerbitannya, obligasi ini ditawarkan dalam dua seri yakni seri A dengan pokok Rp 1 triliun dan tenor 3 tahun. Lalu seri B senilai Rp 250 miliar dan memiliki jangka waktu hingga lima tahun sejak tanggal emisi.
Tanggal penjatahan untuk surat utang ini akan jatuh pada 25 November dan akan dicatatkan di BEI pada 28 November 2019. Surat utang ini mendapatkan peringkat A+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas. Sedang untuk wali amanatnya adalah PT Bank Pembangunann Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR).
Obligasi ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) II PTPP dengan total target penerbitan sebesar Rp 3 triliun. Sebelumnya, perusahaan pelat merah ini telah menerbitkan PUB II tahap I dengan besar yang diterbitkan Rp 1,5 triliun.
Dalam penerbitan tahap I di 2018 tersebut, untuk seri A memiliki nilai penerbitan sebesar Rp 1,04 triliun dengan tingkat bunga 8,25%/tahun dan akan jatuh tempo pada 6 Juli 2021. Sedang untuk seri B memiliki nilai sebesar Rp 460 miliar dengan bunga 8,5%/tahun, jatih tempo pada 6 Juli 2023. (GA)
Rupiah Berpotensi Lesu pada Perdagangan Selasa 23 Agustus 2022
OJK Susun Strategi Terapkan UU P2SK di Industri Jasa Keuangan
Tarif Cukai Rokok SKT Tak Naik, Petani Tembakau Semringah
Jelang Resesi, Pengusaha Minta BLT Cs Diperpanjang
Rahasia Pupuk Indonesia Bisa Raup Pendapatan Rp103 Triliun di 2022
Harga Emas 24 Karat Antam dan UBS Hari Ini, Senin 11 April 2022, Cek Daftarnya!