sumber foto otomotif.okezone.com Tuntutan kepada produsen mobil untuk menerapkan teknologi maupun produk yang lebih ramah lingkungan disebut mulai meningkat. Bahkan menurut CEO Mercedes Benz, Ola Källenius, produsen kendaraan bermotor sudah harus memikirkan pengembangan model hingga manufaktur dengan prinsip keberlanjutan.
Dilansir dari laman otomotif.okezone.com, kebijakan tersebut menjadi salah satu cara merek seperti Mercedes, untuk dapat bertahan dalam jangka waktu panjang. "Konsep membuat mesin dan kendaraan dengan standar terbaik tidak lagi cukup, mobil yang kami buat harus memenuhi standar emisi di jalan maupun dari segi manufaktur," ujar Ola.
Mercedes mulai membangun lini mobil listrik EQ, untuk memenuhi permintaan sasaran emisi dari Uni Eropa pada 2020 dan 2021. Berdasarkan tujuan tersebut, produsen asal Jerman itu menmasang target produksi 50 ribu unit mobil listrik jenis SUV Mercedes EQC.
Unit kendaraan tersebut dirakit dalam fasilitas produksi Mercedes yang berada di Bremen, Jerman bersama dengan model lini EQ lain yang belum diumumkan. Target produksi SUV Mercedes Benz EQC itu, meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 25 ribu unit.
Di sisi lain, Mercedes sebelumnya sudah mengungkap rencana pengembangan untuk kendaraan baru bermesin konvensional. Hingga akhir 2022 nanti, Mercedes menyiapkan lebih dari 30 model kendaraan baru dari berbagai varian seperti C-Class, S-Class, SL, hingga rakitan model berperforma AMG. (GA)
Toyota Lihat Peluang Sulap Avanza dan Innova Jadi Mobil Hybrid
Huawei Nova Generasi Terbaru Siap Hadir di Indonesia
Banyak yang Belum Tahu, Honda Punya Verza Versi Trail Harga Rp 39 Jutaan
Huawei Perkenalkan MateBook D14 dan D15, Apa Bedanya?
Mengulik Honda CB200X, Motor Adventure dengan Harga Terjangkau
Daftar Ponsel Xiaomi yang Dapat Update MIUI 12.5 Enhanced