Sumber foto liputan6.com Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi menyatakan pemindahan ibu kota masih berstatus pematangan perencanaan. Pemindahan ibu kota negara memang sudah solid, hanya saja masih perlu beberapa pendalaman.
Dilansir dari laman liputan6.com, "secara teknis sudah tergambar hanya memang beberapa sisi pendalaman data harus lebih dilakukan," kata Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Ridwan Djamaluddin dalam video konferensi, Jakarta, Senin (15/6/2020).
Ridwan mengatakan, skema smart city yang diusung perlu dimatangkan lagi meski sudah tergambar secara visual. Tetapi konsep ini perlu diterjemahkan lagi secara fisik. Selain itu, hingga pertengahan bulan Mei, pemerintah masih memilah proyek pembangunan yang akan dikerjakan pemerintah dan pembangunan yang perlu mendatangkan investor.
"Investasi ibu kota ini strategi sendiri, memilih mana yang akan disediakan pemerintah dan mana yang akan diundang investor swasta untuk berpartisipasi," kata Ridwan menerangkan.
Sudah Direncanakan
Ridwan menambahkan keputusan pemerintah memindahkan ibu kota negara sudah direncanakan sebelum pandemi corona terjadi. Bahkan beberapa berbagai percepatan juga telah dilakukan sebelumnya. "Keputusan pemerintah untuk pemindahan ibu kota sudah solid, bahkan percepatan sebelum pandemi," katanya mengakhiri. (GA)
Bank Dunia Ajak RI Ikut Program Ini Biar Ekonomi Lari Kencang
Menteri Tjahjo Keluarkan Surat Edaran Larangan Mudik bagi PNS, Baca Selengkapnya
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Cek Daftar Lengkapnya!
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian, Senin 19 Juli 2021, Mari Cek!
Emas Antam Dijual Rp 772.500/Gram
Rupiah Rontok, Dolar AS Perkasa di Rp 14.159