Sumber foto liputan6.com Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemnkominfo) berjanji memperluas akses internet untuk sektor kesehatan. Diharapkan dengan adanya jaringan internet di setiap fasilitas kesehatan maka masyarakat bisa mendapat pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Dilansir dari laman liputan6.com, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menargetkan seluruh fasilitas kesehatan baik rumah sakit (RS) maupun puskesmas di seluruh Indonesia akan tersambung layanan Internet pada 2021 mendatang. Sampai saat ini terdapat 3.126 RS maupun puskesmas yang belum memperoleh akses internet dari total 10.133 fasilitas kesehatan yang tersedia.
"Akses internet untuk fasilitas kesehatan yang mencakup rumah sakit dan puskesmas ada 3.12 yang selama ini belum terjangkau internet baik rumah sakit maupun puskesmas, dari total 10.133 rumah sakit dan puskesmas yang ada," ujar dia dalam webinar 'Pelatihan Digital UMKM di Indonesia', Senin (5/10/2020).
Pada tahun ini ditargetkan ada 2.500 fasilitas kesehatan yang tergabung dalam ekosistem digital. Kemudian sisanya akan diarahkan pada 2021 mendatang. "Untuk sisanya nanti akan diselesaikan dengan menggunakan tahun anggaran 2021. Dengan demikian di akhir tahun 2021 nanti seluruh puskesmas dan rumah sakit di Indonesia sudah harus melalui akses wifi atau internet," tukasnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyebut kebutuhan anggaran dalam pembangunan infrastruktur digital mencapai kisaran Rp25 triliun. Anggaran tersebut nantinya masuk di dalam Kementerian Komunikasi Dan Informatika (Kominfo) selama lima tahun ke depan.
"Ini yang dijabarkan dalam program di Kominfo dan kita anggarkan. Total anggaran 5 tahun untuk cover seluruhnya, sampai 2024, lebih dari Rp25-an triliun," kata dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (2/9).
Dia menyampaikan, anggaran sebesar itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan konektivitas di seluruh Indonesia. Mengingat berdasarkan data Kominfo dari sekitar 75.000 desa terdapat 12.000 yang belum terhubung akses internet.
"Karena dengan asumsi desa ada puskesmas, sekolah dasar, madrasah bisa masuk. Jadi kita gunakan cover seluruh wilayah Indonesia sehingga sampai unit desa, mereka bisa punya koneksi internet," jelas dia. (GA)
Tak Ada Opsi Penundaan Pilkada, Pemerintah Perketat Protokol
Bela Negara, 25.000 Milenial Akan Direkrut Jadi Komponen Cadangan
Vaksinasi Covid-19 Dimulai Lusa, Menkes Pastikan Jokowi yang Pertama Disuntik
Jepang Butuh 345.000 Tenaga Kerja RI, Berapa Gajinya?
Segini Iuran BPJS Kesehatan Terbaru 2022, Cek Sebelum Dihapus
Bawaslu: Calon Tunggal Pilkada Berpotensi Beri Mahar Politik