Ilustrasi otak manusia (foto: int) The Brain Preservation Foundation selenggarakan kompetisi kembangkan ilmu. Hadiah sebesar US$ 100.000 atau sekitar Rp 1,4 miliar ditawarkan bagi ilmuwan yang sukses mengawetkan otak. Diharapkan, kelak orang mati bisa 'hidup' lagi dengan otak lamanya.
Tujuannya memang untuk membangkitkan lagi fungsi otak setelah seseorang meninggal. Para ilmuwan neurosains ditantang untuk memulainya dengan model binatang secara efektif. Dalam jangka panjang, targetnya adalah penerapan pada manusia. Mereka harus bisa mengawetkan otak selama 100 tahun untuk bisa berfungsi normal dan efisien.
Dikutip dari Dailymail, Senin (8/2/2016), sudah ada dua kompetitor yang bersaing. Pertama adalah Shawn Mikula, seorang peneliti post-doktoral di Max Planck Institute for Medical Research di Jerman. Ia menggunakan reaksi kimia yang telah ia ujikan pada otak tikus.
Kompetitor berikutnya adalah 21th Century Medicine, yang berbasis di Fontana, California. Perusahaan ini menggunakan pendekatan cryoperservation dalam teknik yang dipakai. Caranya adalah menginfus otak dengan bahan diksasif dan merendamnya dengan bahan kimia anti pembekuan. Teknik ini diujicobakan pada otak kelinci.
“Saya secara virtual yakin bahwa mind-uploading dimungkinkan. Kami bertujuan mengganti tubuh biologis dan pikiran dengan tiruannya yang didesain dengan optimal,” kata Ken Hayworth, ilmuwan neurosains yang juga presiden Brain Preservation Foundation seperti dimuat detik.com.(*)
Parl-3108
Ini Daftar Smartphone dengan Kamera Terbaik di 2019 Versi DxOMark
Nongol di Geekbench, Redmi Note 10 Pakai Prosesor Baru MediaTek
Samsung Puncaki Penjualan Ponsel di Indonesia
Daftar Harga Mobil Hybrid yang Dijual di Indonesia, mulai Rp 270 Jutaan
Deretan Mobil Jepang hingga Eropa yang Masih Bisa Isi Pertalite
Daftar Lengkap HP yang Tak Bisa WhatsApp-an Mulai Bulan Depan