sumber foto economy.okezone.com Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) membantah jika Undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) akan meningkatkan alih fungsi lahan sawah. Apalagi peningkatan alih fungsi lahan sawah sudah terjadi sebelum UU Cipta Kerja ada.
Dilansir dari laman economy.okezone.com, Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR), Kementerian ATR/BPN Budi Situmorang mengatakan, berdasarkan data lahan sawah Kementerian ATR/BPN, pada 2011 Indonesia memiliki 8,1 juta hektare (ha) lahan sawah. Kemudian pada tahun 2013 sudah berubah menjadi 7,75 juta hektare.
Selanjutnya, pada 2018 menjadi 7,1 juta hektare. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa perubahan alih fungsi lahan sudah meningkat jauh sebelum adanya implementasi UUCK ada dengan kisaran laju alih fungsi lahan sebesar 100.000 hingga 150.000 ha per tahun. “Hal itu kurang pas, sebenarnya alih fungsi lahan sawah sudah banyak terjadi sebelum UUCK berlangsung,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (26/2/2021).
Budi juga membantah jika UU Cipta Kerja akan lebih memprioritaskan proyek untuk kepentingan umum atau Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan menggerus lahan persawahan. Karena menurutnya, proyek PSN tidak semerta-merta diizinkan karena harus ada beberapa persyaratan jika menggunakan lahan sawah.
Sebab pihaknya sudah memasukan lahan persawahan ke dalam rencana tata ruang yang dilindungi. Dengan adanya hal tersebut diharapkan pengendalian alih fungsi lahan sawah bisa lebih baik guna menjaga ketahanan pangan.
"Kementerian ATR/BPN sendiri telah menyiapkan beberapa langkah strategis terkait pengendalian pemanfaatan ruang termasuk yang sawah, termasuk lahan sawah yang telah dialokasikan dalam rencana tata ruang sebagai lahan dilindungi atau lahan abadi," jelasnya. (GA)
Tertinggi Sepanjang Sejarah, Harga Sawit Riau Capai Rp2.814/Kg
Disimak Besaran Bea Keluar CPO hingga Kakao periode Juni 2021
Pekan Ini, Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Naik Jadi Rp2.150,36 per Kg
Harga Sawit Riau Turun Tipis, Minggu Ini Dibanderol Rp2.787/Kg
Harga TBS Sawit Riau Periode 9-15 Februari 2022 Turun Rp 15,35/Kg, Cek Harganya..
Harga CPO Diperkirakan Sentuh Level Tertinggi, TBS Riau Bisa Rp2.297 Perkilogram