Kebun sawit. (foto: Parlindungan) Tidak stabilnya harga Tandan Buah Segar (TBS) miliki petani, jadi kerisauan Pemkab. Pasalnya harga TBS milik petani selalu di bawah harga pasar. Jika ditelusuri, harga TBS ini sudah ada ketentuannya.
“Kalau begitu terus, jelas petani rugi,” kata Kadishutbun Kabupaten Siak, Ir Teten Efendi MM baru-baru ini di Siak seperti dilansir Riau Pos, Jumat (04/03/2016).
Ia menyebutkan, dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat Kabupaten Siak, terutama kalangan petani sawit, diperlukan industri hilir pengolahan kelapa sawit terutama di wilayah yang cukup jauh untuk diakses dalam penjualan TBS. “Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) merupakan solusinya,” ujar dia.
Keberadaan PKS ini, sebut dia, dinilai penting untuk untuk mengakomodir penjualan TBS dari kebun masyarakat maupun kebun yang dibangun pemerintah daerah melalui pola kemitraan bersama masyarakat.
Diakui dia, PKS yang ada belum mampu menampung seluruh penjualan TBS dari kebun yang ada. PKS yang dibangun ini nantinya mempercepat pengembangan wilayah karena akan memudahkan masyarakat untuk menjual TBS. “Saat ini, sudah ada PKS di sebagian kecamatan yang dibagun pengusaha,” ujarnya.(*)
Parl-3180
Gerindra-PAN Tuntut Janji Jokowi Copot TNI/Polri yang Tak Bisa Atasi Karhutla
Pansus Sengketa Lahan Akan Kunjungi Rupat
Kepedulian Masyarakat Kampung Jawa Bangun Rumah Buyah
Datangi Pasar, Dinkes Riau Temukan Banyak Warga Tak Bermasker Padahal PSBB
Warga Kampar Diminta Waspada, PLN Buka Pintu Air Waduk PLTA Koto Panjang
Lahan Kosong di Permukiman Padat Pekanbaru Dibakar, Warga Panik