sumber foto cnnindonesia.com Kementerian Sosial memastikan bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat terdampak pandemi covid-19 tetap akan dilanjutkan lagi hingga 2022. Mereka menyatakan pemerintah sudah mengalokasikan anggaran Rp74,08 triliun untuk bantuan itu.
Dilansir dari laman cnnindonesia.com, anggaran tersebut digunakan untuk 2 jenis bansos reguler. Pertama, Program Keluarga Harapan (PKH). Kedua, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako dan bansos khusus untuk kedaruratan, seperti Bantuan Sosial Tunai (BST).
"Masyarakat miskin dan rentan akan tetap kami bantu. Pemerintah akan terus memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak. Sejalan dengan menurunnya angka penularan virus, pemerintah juga melonggarkan aktivitas, ekonomi bergerak dan masyarakat bisa kembali produktif," kata Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam pernyataan yang disampaikan melalui website covid19.go.id, Rabu (22/9) lalu.
Sebagai informasi, pemerintah melalui Kemensos pada tahun ini sudah memberikan beberapa jenis bansos kepada masyarakat yang menghadapi tekanan ekonomi akibat corona. Untuk PKH, besaran bantuan bergantung pada komposisi anggota keluarga penerima.
Bila keluarga tersebut ada yang hamil dan memiliki anak usia dini, mereka akan diberikan bantuan Rp3 juta setahun. Untuk keluarga yang memiliki anak SD, mereka akan diberikan bantuan Rp900 ribu, SMP Rp1,5 juta dan SMA sebesar Rp2 juta. Sementara itu untuk BPNT, bantuan diberikan sebanyak Rp200 ribu per bulan, atau Rp2,4 juta dalam setahun. (GA)
WHO Pastikan Vaksin COVID-19 Kurangi Potensi Penularan hingga 40 Persen
Sambut Natal dan Tahun Baru, AP II Turunkan Tarif Rapid Test di Bandara
THR 2022 Kena Pajak Enggak Sih? Ini Jawabannya
Riau Provinsi Tertinggi Tingkat Sembuh Corona
RI Bakal Punya Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia, Apa Isinya?
Frasa Agama Tak Ada di Peta Jalan Pendidikan, Komisi X Ingatkan Pasal 31 UUD