sumber foto liputan6.com Harga emas berbalik arah menuju level positif dan mendekati level puncak dalam satu pekan pada perdagangan hari Senin. Pendorong kenaikan harga emas adalah sentimen akan risiko pelemahan pertumbuhan ekonomi sebagai dampak Omicron.
Dilansir dari laman liputan6.com. harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD 1.809,67 per ounce pada 12.34 EDT. Harga emas ini mampi bertahan di atas level kunci USD 1.800 yang dicapai minggu lalu. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,1 persen menjadi USD 1.810,60 per ounce.
Prospek harga emas pada kuartal I 2022 optimis sangat optimistis. Analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff mengatakan dengan dorongan utama inflasi akan mampu menjaga harga emas dari kejatuhan.
"Dukungan yang mendasari harga emas adalah kekhawatiran inflasi. Kecenderungan the Fed mengetatkan kebijakan moneter bisa mendorongharga emas," tutur Wyckoff.
Harga emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap kenaikan angka inflasi. Indeks dolar naik dari level terlemahnya dalam hampir seminggu, membuat emas yang perdagangannya menggunakan dolar AS menjadi tidak menarik bagi mereka yang bertansaksi menggunakan mata uang nondolar AS.
“Meskipun ada dolar AS yang lebih kuat, tidak ada banyak pergerakan emas hari ini,” kata analis Quantitative Commodity Research Peter Fertig. Salah satu alasan utama kurangnya likuiditas adalah pasar yang tutup selama Natal.
"Hasil yang sedikit lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas, yang sedikit membebani harga emas, Fertig menambahkan. (RF)
Harga BBM Nonsubsidi Turun, Kekuatan Belanja Warga Kembali Naik
Semua Ada Obatnya, Termasuk Kekhawatiran Seputar Lockdown
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini 26 Januari 2021, Antam Turun, UBS Naik!
Aksi 22 Mei Ricuh, Dolar AS Dekati Rp 14.500
ORI, Awal Sejarah Indonesia Miliki Mata Uang Pertama
Mulai Januari 2021, Bea Meterai Jadi Rp10 Ribu