sumber foto oto.detik.com Hyundai Motors Indonesia (HMID) mulai memanaskan pasar LMPV Tanah Air. Tak hanya menyebar promosi dan teaser, HMID mengatakan sudah melakukan pengiriman Stargazer ke seluruh dealer di Indonesia.
Dilansir dari laman oto.detik.com. Namun tahan dulu niat detikers untuk membeli mobil ini secara langsung. Sebab, unit Stargazer yang dikirimkan oleh HMID ke seluruh dealer di Indonesia tersebut tidak sepenuhnya untuk penjualan. "Mendekati akhir bulan ini kita sudah kirim ke semua dealer se-Indonesia," ujar Makmur, CEO HMID kepada awak media pada Kamis (21/7/22) usai sesi media test drive Hyundai Stargazer.
"Ada wholesales tapi nggak banyak. Itu untuk display dan test ride di seluruh Indonesia," lanjutnya. Kendati demikian Hyundai terus membuka keran pemesanan untuk LMPV anyar pesaing Toyota Avanza dan Mitsubishi Xpander ini. Selain itu Hyundai Indonesia juga sudah memulai produksi Stargazer di pabrik Hyundai Motor Manufacturing di Cikarang, Jawa Barat.
HMID bahkan mengatakan jumlah peminat dan angka Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang sudah mereka buat sangat banyak dan melebihi ekspektasi mereka. Itu sebabnya, Hyundai Indonesia tengah fokus untuk mengerjakan unit Stargazer di pabriknya. "Kita sudah mulai produksi sejak Juli ini mass production-nya," ujar Makmur. Perlu diketahui, Hyundai Stargazer dibanderol dengan harga mulai Rp 243.300.000. Angka tersebut bersaing ketat dengan banyak mobil MPV yang pasarnya memang besar di Indonesia.
Berikut daftar harga Hyundai Stargazer:
Stargazer Active MT: Rp 243.300.000
Stargazer Active IVT: Rp 255.900.000
Stargazer Trend MT: Rp 263.300.000
Stargazer Trend IVT: Rp 275.900.000
Stargazer Style: Rp 296.300.000
Stargazer Prime: Rp 307.100.000. (RF)
Daftar Harga Oli Mobil Transmisi Matik Desember 2022
Samsung Galaxy Z Fold 3 fan Flip 3 Masuk Pasar Indonesia
Bocoran Wujud Produk Pertama Buatan Meta, Arloji Pintar Mirip Apple Watch
Asus Bawa Laptop Layar 240Hz Pertama Dunia ke Tanah Air
Dari PUBG Mobile ke Jalanan Jakarta, McLaren 570S Ini Jadi Buruan Gamer
Proyeksi Kendaraan Dinas Listrik Negara Tahun Depan: 158 Ribu Unit