sumber foto merdeka.com Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono memberi sinyal, pemerintah terpaksa menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Mengingat Indonesia masih mengimpor minyak dan harganya di tingkat global yang terus merangkak naik.
Dilansir dari laman merdeka.com. "Satu lagi pemerintah terpaksa melakukan penyesuaian karena sebagian barang ini impor dan ada kenaikan dari harga secara internasional," kata Margo dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (30/8). Margo menuturkan selama bulan Juli, inflasi yang disebabkan komoditas energi telah mencapai 5,02 persen (yoy). Angka ini lebih tinggi dari inflasi nasional sebesar 4,94 persen.
Selain itu, sepanjang Januari-Juli tahun ini, produk turunan dari sektor energi menjadi penyumbang inflasi sepanjang tahun ini. Antara lain, tarif angkutan udara, bahan bakar rumah tangga dan bensin. Sehingga akan akan kembali harga-harga yang dikendalikan pemerintah setelah harga tingkat nasional terus mengalami peningkatan.
"Tarif angkutan udara, bahan bakar rumah tangga dan bensin ini mengalami kenaikan harga atau menyumbang inflasi karena harganya yang diatur pemerintah," kata Margo. Tak hanya komoditas energi, bahan pangan juga turut berkontribusi terhadap inflasi sepanjang tahun ini. Kontribusinya mencapai 10,88 persen yang didorong kenaikan harga cabai merah dan bawang merah.
"Dua komoditas yang volatile ini karena musiman, cabai merah dan bawang merah ini perlu diperhatikan agar tidak menghasilkan inflasi," kata Margo. Maka tantangan utama Pemerintah sekarang mengendalikan inflasi yang disebabkan bahan makanan dan energi. Sebab masing-masing komponen telah menyumbang inflasi yang tinggi. "Jadi isu utamanya mengendalikan bahan makanan dan energi," pungkasnya. (RF)
Utang Pemerintah per Maret 2020 Rp 5.192 T, Ini Rinciannya
Erick Thohir: Kontribusi BUMN ke Negara Rp3.290 Triliun dalam 10 Tahun Terakhir
Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini Selasa, 30 Juni 2020
Realisasi Belanja Negara 2020 Disepakati 94,7 Persen, Defisit APBN Rp947 T
Rahasia Pupuk Indonesia Bisa Raup Pendapatan Rp103 Triliun di 2022
BNI Dukung UMKM Tembus Pasar Global di Semester Kedua 2022