sumber foto liputan6.com Stabilitas sistem keuangan terjaga dan kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan melanjutkan perbaikan. Hal ini menjadi pendorong pemulihan ekonomi nasional di tengah pelemahan ekonomi global.Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menjelaskan, fungsi intermediasi perbankan pada Juli 2022 tercatat meningkat, dengan kredit tumbuh sebesar 10,71 persen yoy didorong peningkatan kredit jenis modal kerja dengan kategori debitur korporasi.
Dilansir dari laman liputan6.com. Namun demikian, secara nominal kredit perbankan sedikit menurun sebesar Rp 17,54 triliun menjadi Rp 6.159,33 triliun."Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Juli 2022 tumbuh sebesar 8,59 persen yoy, melambat dibandingkan bulan sebelumnya 9,13 persen yoy, utamanya didorong perlambatan giro sejalan dengan normalisasi kebijakan moneter Bank Indonesia," jelas dia dalam keterangan tertulis, Selasa (6/9/2022).
Selain itu, likuiditas industri perbankan pada Juli 2022 masih berada pada level yang memadai. Hal tersebut terlihat dari rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit dan Alat Likuid/DPK masing-masing sebesar 124,45 persen dan 27,92 persen, terjaga di atas ambang batas ketentuan masing-masing pada level 50 persen dan 10 persen.
Sejalan dengan tren nasional, fungsi intermediasi perbankan di Daerah pada Juli 2022 dalam kondisi terjaga dengan kecenderungan peningkatan penyaluran dana yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan penghimpunan dana, sehingga LDR posisi Juli 2022 (76,51 persen) meningkat dibandingkan Juni 2022 (73,13 persen).Sementara itu likuiditas perbankan daerah pada Juli 2022 berada pada level yang memadai sebagaimana tercermin pada AL/NCD dan AL/DPK yang berada di atas threshold, masing masing 118,21 persen dan 24,17 persen. (IW)
Jokowi Klaim RI Kebanyakan Aturan
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Senin 4 Oktober 2021
Presiden Jokowi: Volume Dagang Indonesia-AS Tembus Rp831 Triliun pada 2024
Pemerintah Proyeksi Ekonomi RI Kuartal II Bisa 5,1%
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Kamis 25 November 2021
Jadi Tujuan 'Healing', Ekonomi Daerah Ini Meroket 8,09%