sumber foto cnnindonesia.com Harga minyak dunia merosot pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Hal ini lantaran lonjakan covid-19 di China dan penguatan dolar AS. Harga minyak mentah berjangka Brent turun US$2,85 atau 3 persen menjadi US$93,14 per barel untuk pengiriman Januari. Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya naik 1,1 persen pada akhir pekan lalu. Senada, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember juga turun US$3,09 atau 3,47 persen menjadi US$85,87 per barel. Padahal, pada akhir pekan lalu naik 2,9 persen. Harga-harga komoditas memang kembali menguat setelah Komisi Kesehatan Nasional China melakukan langkah-langkah untuk mencegah dan mengendalikan covid-19 yang kembali melonjak di negaranya.
Dilansir dari laman cnnindonesia.com. "Lonjakan kasus covid-19 hanya akan menyebabkan lebih banyak lockdown dalam waktu dekat. Untuk saat ini China bukan sumber dukungan bullish untuk kompleks perminyakan," kata John Kilduff, mitra di Agaian Capital LLC di New York dikutip Antara, Selasa (15/11). Selain itu, dolar AS yang menguat terhadap mata uang euro dan yen ikut membuat harga minyak turun. Dolar AS kembali menguat karena investor memperkirakan The Fed bakal kembali menaikkan suku bunga acuan. Sebelumnya, OPEC memangkas perkiraan permintaan minyak global tahun ini dan tahun depan karena adanya perlambatan perekonomian.
(IV)
Ekonomi Dunia Makin Gelap, Siap-Siap Resesi Panjang
Daftar Negara Sukses Terapkan Jalan Berbayar ERP, Singapura Jadi Pertama
Info Harga Pangan Hari Ini, 19 Juli: Harga Minyak Goreng dan Cabai Kompak Turun
Daftar Harga Mobil Listrik Desember 2022, Ada Model Baru dari Jerman
Beli Pertalite Diatur 1 Agustus, Harga Pertamax Bakal Naik?
Daftar Harga BBM Terbaru di Februari 2022