sumber foto infosawit.com Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Andi Nur Alam Syah mengatakan, di tahun 2022, ekspor komoditas sawit sampai dengan bulan Oktober 2022 (angka sementara) tercatat sebesar US$ 26,35 miliar dan diperkirakan sampai akhir tahun 2022, bakal lebih tinggi dibandingkan perolehan devisa tahun 2021 yang mencapai sekitar US$ 30 miliar.
Dilansir dari laman infosawit.com. “Industri kelapa sawit juga menyerap tenaga kerja sekitar 17 juta orang, yang terserap di sektor on farm maupun off farm. Pembangunan wilayah tidak bisa terlepaskan dari peran perkebunan sawit, wilayah sentra perkebunan kini menjadi pusat perekonomian di wilayahnya,” ungkap Andi Nur Alam Syah dalam keteranga resmi diterima infoSAWITbelum lama ini.
Sebelumnya tercatat, kinerja ekspor pertanian merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut pada Tahun 2021, ekspor produk kelapa sawit memperoleh devisa sebesar US$ 30,34 miliar, sementara neraca perdagangan RI di tahun 2021 tersebut surplus sebesar US$ 35,34 miliar. (T2)
(iv)
Mayoritas Mata Uang Asia di Zona Hijau, Rupiah Semringah ke Rp14.355
Chevron dan Exxon Dikabarkan Mau Merger
Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, 27 Mei 2020
Harga Emas Antam Naik Rp 20.000 Jadi Rp 714.000/Gram
Bakal PHK 7.000 Karyawan Giant, Terkuak Rencana Baru HERO!
Direksi Dirombak, IPCC dan IPCM Racik Strategi untuk Pacu Kinerja