sumber foto infosawit.com Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Andi Nur Alam Syah mengatakan, di tahun 2022, ekspor komoditas sawit sampai dengan bulan Oktober 2022 (angka sementara) tercatat sebesar US$ 26,35 miliar dan diperkirakan sampai akhir tahun 2022, bakal lebih tinggi dibandingkan perolehan devisa tahun 2021 yang mencapai sekitar US$ 30 miliar.
Dilansir dari laman infosawit.com. “Industri kelapa sawit juga menyerap tenaga kerja sekitar 17 juta orang, yang terserap di sektor on farm maupun off farm. Pembangunan wilayah tidak bisa terlepaskan dari peran perkebunan sawit, wilayah sentra perkebunan kini menjadi pusat perekonomian di wilayahnya,” ungkap Andi Nur Alam Syah dalam keteranga resmi diterima infoSAWITbelum lama ini.
Sebelumnya tercatat, kinerja ekspor pertanian merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut pada Tahun 2021, ekspor produk kelapa sawit memperoleh devisa sebesar US$ 30,34 miliar, sementara neraca perdagangan RI di tahun 2021 tersebut surplus sebesar US$ 35,34 miliar. (T2)
(iv)
Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, Jumat 3 Juni 2022, Naik Lagi Rp5.000
Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$134 Miliar per November 2022
Pasar OTT di Indonesia Diproyeksikan Mencapai Peluang Bisnis Hingga USD$16 juta Pada 2031
Sri Mulyani Naikkan Pajak Orang Kaya
Turun 8 Poin, IHSG Ditutup Merah ke 6.381
Presiden Jokowi Soroti Pertanian dari Hulu sampai Hilir