sumber foto merdeka.com ahun 2022 telah menjadi tahun yang sulit bagi miliarder crypto. Kebangkrutan salah satu bursa kripto terbesar di dunia, FTX, menyebabkan sektor ini terpukul. Menyusul kondisi itu, banyak investor yang menjadi korban pasar mengajukan banyak tuntutan hukum.
Dilansir dari laman merdeka.com. Melansir Expat Guide Turkey, miliarder kripto terkemuka menderita kerugian USD 112,7 miliar atau sekitar Rp 1.756,15 (kurs Rp 15.582,50 per USD) hanya dalam satu tahun. Lengkapnya, berikut adalah lima miliarder kripto teratas yang paling banyak boncos:
1. CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), tercatat kehilangan sekitar USD 82 miliar. Kerugian itu merupakan buntut dari anjloknya harga kripto tahun ini
2. Pendiri dan mantan CEO FTX, Sam Bankman-Fried menderita kerugian lebih dari USD 23 miliar pada tahun ini. FTX telah mengajukan kebangkrutan di AS, dan Sam Bankman-Fried telah mengundurkan diri dari perusahaan.
3. CEO dan co-founder Coinbase, Brian Armstrong termasuk di antara nama-nama yang mengalami kerugian. Brian Armstrong merugi USD 4,7 miliar pada 2022.
4. Sebagai salah satu pendiri FTX, Gary Wang kehilangan sekitar USD 1,7 miliar setelah runtuhnya bursa kripto tersebut.
5. Salah satu pendiri Ripple, Chris Larsen, juga termasuk di antara miliarder kripto yang paling terpukul tahun ini. Larsen menderita kerugian sebesar USD 1,3 miliar.
(iv)
Beda Nasib Dengan Bursa Asia, IHSG Dibuka Merah di 6.310
Erick Thohir Belum Puas Ekonomi Indonesia Lebih Baik dari G20
Harga Emas 24 Karat Pegadaian Hari Ini, 15 Oktober Turun Lagi!
Bank Dunia, ADB hingga IMF Siapkan Anggaran Rp 710 Triliun Tangani Krisis Pangan
Turun Lagi Nih!, Cek Harga Emas 24 Karat di Pegadaian, Rabu 6 Oktober 2021
Bank BRI Salurkan Kredit Rp1.139 Triliun