sumber foto merdeka.com Investasi emas disebut akan moncer tahun ini. Bahkan harga emas diramal akan mencapai level tertinggi yaitu di US$ 2.100 per troy ounce. Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan harga emas ini akan menyentuh level tertinggi pada semester 2 tahun ini. "Emas prospeknya bagus dan bisa mencapai level tertinggi di US$ 2.100/troy ounce. Kalau semester pertama atau Januari ini akan menyentuh US$ 1.900," kata dia. Ibrahim mengatakan kenaikan harga emas ini sejalan dengan penguatan dolar AS yang indeksnya terus bergerak dari 112 ke 155.
Dilansir dari laman detik.com. "Selain itu tak ada lagi ekspektasi kenaikan pada suku bunga acuan bank sentral," ujar dia. Kemudian angka inflasi masih di atas 3%. Nah hal ini membuat emas menjadi safe haven untuk para pelaku pasar. Kemudian masalah geopolitik di Semenanjung Laut China Selatan dan Korea juga akan memanas. Investasi lain yang bisa dicoba oleh masyarakat adalah membeli valuta asing seperti Euro dan Pound Sterling. "Ini kita lihat dengan berhentinya perang Ukraina dan Rusia, ekspor gas dan komoditas mulai kembali. Ekonomi di Eropa juga akan membaik," terang Ibrahim.
(IV)
Kuartal II/2018, BCA Syariah Pacu Pembiayaan Modal Kerja
Harga Emas Hari Ini Tersungkur, Dipatok USD 1.706 per Ounce di Pasar Dunia
BPJS Kesehatan Bayar Klaim Pasien Corona Rp4,4 Triliun
Senada Bursa Asia, IHSG Dibuka Menguat ke 6.399
Dolar AS Loyo ke Rp 14.110
Pemerintah Gelontorkan Rp121,73 Triliun untuk 12 BUMN, Ini Rinciannya!