sumber foto merdeka.com Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pada tahun 2045 nanti, Indonesia tidak akan lagi mengimpor bahan bakar fosil. Sebab, Indonesia akan mengembangkan potensi minyak kelapa sawit sebagai bahan bakar alternatif. "Kita sedang riset soal minyak kelapa sawit, karena kami percaya pada 2045 kami bisa produksi sekitar 100 juta ton minyak sawit. 30 persennya akan diarahkan untuk pangan dan sisa 70 persennya, kita bisa lakukan riset dan kita bisa bikin etanol. Jadi kita tidak perlu mengimpor minyak fosil pada saat itu," kata Menko Luhut Pandjaitan dikutip dari Antara, Rabu (18/1).
Dilansir dari laman merdeka.com. Menko Luhut menjelaskan, pengembangan bahan bakar alternatif merupakan satu dari lima pilar ekonomi hijau yang tengah digencarkan Indonesia. Keempat pilar lainnya yaitu dekarbonisasi sektor kelistrikan; transportasi rendah karbon yang salah satunya berupa adopsi kendaraan listrik; industri hijau; dan carbon sinks yang meliputi carbon capture dan carbon offset market. Menko Luhut juga menyebut, percepatan pencapaian net zero emission 2060 akan didorong dengan transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan. "Makanya peran minyak sawit akan sangat besar di tahun-tahun mendatang," katanya.
Pemerintah Indonesia pun, lanjut Menko Luhut, melakukan moratorium izin perkebunan kelapa sawit agar tingkat produktivitas bisa ditingkatkan dari 2,3 ton per hektare menjadi 8-10 ton per hektare dalam 10-15 tahun ke depan. Kebijakan moratorium sendiri juga dilakukan untuk menekan angka deforestasi akibat ekspansi kebun kelapa sawit.
Sebagai produsen CPO dan biodiesel terbesar di dunia, Indonesia telah mengimplementasikan program mandatori penggunaan biodiesel berbasis CPO sejak 2008. Program mandatori dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi impor bahan bakar fosil, utamanya bahan bakar diesel, meningkatkan penggunaan energi terbarukan serta mengurangi emisi dari penggunaan bahan bakar fosil. "Indonesia sudah membangun kolaborasi dengan Malaysia, saya rasa 74 persen akan berasal dari dua negara ini," kata Menko Luhut.
(iv)
Bantuan Nontunai Jadi Rp 150 Ribu, Buat Beli Daging dan Ayam
Sebab Musabab Harga BBM Pertamina Naik Lagi Belum Sebulan
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Kamis (12/11)
Rp 10 Miliar Disiapkan buat Mudik Motor Gratis Naik Kereta
Rincian Harga Emas Hari Ini, Rabu 19 Januari 2022 di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg
Naik! Harga Emas 24 Karat Hari Ini di Pegadaian, Jumat 30 April 2021