sumber foto merdeka.com Pabrik pembuatan sepatu, Pou Chen Corp asal Taiwan akan melakukan pemangkasan atau pemecatan terhadap 6.000 pekerja di kota Ho Chi Minh, Vietnam. Keputusan ini diambil perusahaan karena lemahnya permintaan produk sepatu di pasaran. Melansir dari reuters, pabrik tersebut merupakan pemasok merek ternama yakni Adidas dan Nike. Pabrik akan memangkas 3.000 pekerja bulan ini, dan tidak memperpanjang kontrak kerja untuk 3.000 pekerja lagi akhir tahun 2023."Perusahaan akan dengan hati-hati menanggapi perubahan dinamis dalam lingkungan bisnis," mengutip keterangan Pou Chen dikutip Reuters, Rabu, (22/2).
Dilansir dari laman merdeka.com. Perusahaan mengatakan, pabrik Vietnam berencana untuk memangkas tidak lebih dari 3.000 staf dalam putaran terakhir Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tengah ketidakpastian prospek ekonomi makro, dan dampaknya terhadap operasi akan terbatas. Rencana PHK ini berbanding terbalik jika dibandingkan kondisi perusahaan pada tahun 2021. Pada saat itu perusahaan menghadapi kekurangan tenaga kerja dan gangguan manufaktur di Vietnam akibat pandemi Covid-19 mulai berakhir.
Negara Asia Tenggara adalah pusat global untuk manufaktur, dan ekonominya pada tahun 2022 tumbuh dengan laju tercepat dalam beberapa dekade. Tetapi para ekonom telah memperingatkan adanya hambatan, dengan melemahnya permintaan global mulai berdampak pada pengiriman perdagangan. Ekspor Vietnam pada Januari turun 26 persen dari tahun sebelumnya, sedangkan impor turun 24 persen. Penurunan impor dapat mengindikasikan kontraksi masa depan dalam produksi industri karena perusahaan memotong pembelian bahan dan peralatan untuk produksi.
(iv)
Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, Senin 22 Februari 2021
Hasil Pemilu Paruh Waktu AS Tekan Rupiah ke Rp15.695.
Usaha Kuliner Tetap Potensial saat Pandemi
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, Jumat 15 Juli 2022, UBS dan Antam Beda Arah
DPR-Menag Setuju Biaya Haji 2016 Turun, Berapa?
Harga Emas 24 Karat Antam pada Hari Pertama Cuti Lebaran, Jumat 29 April 2022