Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Destry Damayanti. (foto: detik.com)
Pekan lalu, Bank Indonesia (BI) mengubah suku bunga acuannya dari BI Rate ke BI 7 Days Reverse Repo Rate ke angka 5,25%. Penerapan suku bunga acuan yang baru ini diharapkan dapat mendongkrak tren penurunan suku bunga kredit.
Menurut Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Destry Damayanti, penurunan suku bunga kredit tidak bisa dirasakan secara langsung. Butuh penyesuaian dan kajian terhadap tren suku bunga kredit dan kondisi peminjam.
"Untuk penentuan suku bunga kredit nggak bisa langsung serta merta di-adjustturun. Karena kalau di kredit itu ada komite kredit, dan komite kredit itu pertemuannya nggak setiap saat karena dia biasanya ada jangka waktunya, di mana mereka akan review suku bunga kredit dan kemudian juga dikaitkan dengan kondisi dari peminjamnya atau borrower-nya," kata Destry di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (22/8/2016).
"Jadi itu akan membutuhkan waktu lebih lama dibanding penurunan pada suku bunga deposito," tambah Destry seperti dilansir detik.com.
Dirinya menambahkan, penurunan suku bunga kredit sangat tergantung dari kondisi likuiditas perbankan. Semakin besar likuiditasnya, maka suku bunga kredit perbankan dapat turun cepat.
Namun, bagi bank yang tidak memiliki likuiditas yang besar, penurunan suku bunga kredit akan sulit direalisasikan.
"Jadi beberapa bank mungkin ada yang sangat sensitif. Kalau dia punya likuiditas besar, dia pasti akan turuninnya cepat, sehingga proses transmisi ke kreditnya juga cepat. Tapi ada bank-bank yang likuiditasnya agak seret, itu yang menyebabkan dia enggak bisa serta merta menurunkan depositonya dan menurunkan suku bunga kredit," tutur Destry.
"Jadi karena itu dalam hal ini kenapa masih tetap butuh pengawasan, dalam hal ini OJK ya, pengawasan secara mikro dari bank ke bank, mana kira-kira suku bunga yang tepat yang akhirnya bisa masuk ke seluruh segmen bank," tambah Destry.(*)
Parl-3180
Mungkinkah Indonesia Ikut Stop Ekspor Minyak Sawit Ke Uni Eropa
Tekan Inflasi, 1,5 Ton Cabai Didatangkan dari Magelang
Investasi Emas Diprediksi Kinclong Tahun Ini
Kembali Naik, Simak Daftar Terbaru Harga Emas Pegadaian per 29 Oktober 2021
Dolar AS Hari Ini Menguat terhadap Rupiah
Hari Ini, DPR Dijadwalkan Lakukan Uji Kelayakan Calon Deputi Gubernur BI