(foto: int)
Meski memiliki keanekaragaman buah yang luar biasa banyaknya, tak lantas membuat Indonesia menjadi negara eksportir buah. Bahkan, volumenya jauh lebih besar impor ketimbang ekspornya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengungkapkan masalah utama rendahnya daya saing buah lokal lantaran tak adanya standarisasi perbuahan.
"Coba pergi bulan Oktober-November ke Lenteng Agung, banyak arumanis, setiap 15 meter ada tumpukan (mangga). Tapi ya hanya ditumpuk saja, nggak ada standarisasinya," kata Darmin di kantornya, Jakarta, Rabu (9/11/2016).
"Kalau ditaruh di kotak kardus pasti harganya naik. Lebih bisa diperjualbelikan, bahkan ada yang lebih maju lagi, sudah ditulis tanggal matangnya kapan," tambahnnya.
Darmin kembali mencontohkan kondisi perbuahan seperti yang terjadi pada komoditas teh. Meski punya banyak kualitas teh berkualitas, namun justru standarisasinya dilakukan orang asing dan akhirnya jadi merek luar negeri.
"Kita malah kalau minum teh, ini teh apa, nggak ada rasanya. Kita nggak pernah kembangkan teh premium. Konon kabarnya orang Jepang punya merek teh premium, tapi tehnya dibeli dari Indonesia. Tapi kita sendiri nggak bisa jualnya. Kalau kopi sudah oke lah," ucap Darmin.
Sebagai langkah awal, pemerintah mengupayakan lebih banyak pameran buah sebagai infrastruktur pemasaran. "Infrastruktur perdagangan adalah pasar, pameran adalah bagian dari pasar itu. Hal tersebut bisa berkembang kalau pasarnya berkembang," pungkas Darmin dilansir detik.com.(*)
Parl-3180
Harga TBS Sawit Swadaya Belum Naik Signifikan, Pengawasan Disbun Dibutuhkan
Sepekan ke Depan Harga TBS Kelapa Sawit Naik Rp 49,65/Kg
Harga TBS di Riau Anjlok Rp 1.100/kg Imbas Larangan Ekspor CPO
Harga TBS Sawit Riau Periode 9-15 Februari 2022 Turun Rp 15,35/Kg, Cek Harganya..
Tutup Tahun 2020, Harga TBS Sawit di Riau Naik Jadi Rp2.180,09 per Kg
Harga TBS Sawit Riau Periode 26 Jan – 1 Feb 2022 Naik, Cek Harganya..