foto: int
Sejak awal tahun tenaga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk bergerak naik cukup tinggi. Pada penutupan perdagangan kemarin IHSG sudah sampai di level 6.500 atau sudah naik 2,28% dari posisi akhir 2017 di 6.355.
Penguatan IHSG tentu menjadi euforia tersendiri bagi pelaku pasar. Namun di tengah penguatan IHSG tentu tetap harus waspada, sebab valuasi IHSG sudah terlalu mahal.
"PER (price earings ratio) IHSG sudah 24,278 kali. Memang agak mahal," kata Analis Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji kepada wartawan, Selasa (23/1/2017).
Tenaga IHSG disinyalir berasal dari masih derasnya arus modal asing ke pasar modal Indonesia. BEI mencatat dari awal tahun net buy asing sudah mencapai Rp 3,34 triliun. Besarnya modal asing masuk ke pasar modal tidak lepas dari banyakanya lembaga pemeringkat asing yang menaikkan rating Indonesia seperti Fitch Rating, S & P, Moody's.
Meski begitu, Nafan masih yakin IHSG masih memiliki ruang untuk kembali menguat. Namun jika sentimen barik dari domestik, regional maupun global masih positif. "IHSG masih bisa cetak rekor lagi," tandasnya dilansir detik.com.(*)
Jakarta Mulai Kondusif, IHSG Dibuka Cerah
Kondisi Ekonomi Indonesia di Tengah Ancaman Resesi Global
Pimpinan MPR Bertambah, Kemenkeu Siapkan Anggaran
Perang Harga Swab Antigen, BPKP Bilang Begini
Daftar Negara Sukses Terapkan Jalan Berbayar ERP, Singapura Jadi Pertama
Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, Jumat 14 Januari 2022, Turun jadi Rp939.000