(foto: int)
Pergerakan rupiah kembali diprediksi akan mennguat karena secara teknikal pada USDIDR daily chart terlihat pola hanging man candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada dolar AS.
Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan, secara internal, hasil rilis data neraca perdagangan per Maret yang surplus sebesar US$1.09 miliar yang ternyata melebihi ekspektasi pelaku pasar masih menjadi sentimen positif terhadap rupiah.
Sementara itu, berakhirnya serangan udara di Suriah yang dilancarkan AS beserta para sekutunya, secara tidak langsung juga menjadi sentimen positif yang mempengaruhi tingkat stabilitas rupiah.
Adapun para pelaku pasar akan mencermati data inflasi Inggris yang diproyeksikan stabil pada 2,7%. Jika hasilnya di atas ekspektasi, maka tentunya akan memberikan tekanan pada dolar AS sehingga secara tidak langsung akan memberikan katalis positif bagi rupiah.
Sementara itu, adapun isu perang dagang antara AS dengan China serta isu kenaikan tingkat suku bunga The Fed perlu diwaspadai dan diantisipasi oleh para pelaku pasar. "Range USDIDR hari Rabu ialah: 13.753 hingga 13.797," demikian menurut risetnya seperti dilansir bisnis.com.(*)
Parl | 3180
Lagi Viral, Penjualan Lato-Lato Naik 57 Kali Lipat di E-Commerce
Tekan Rupiah, Dolar AS Kembali Tembus Rp 14.110
Permintaan Meningkat, Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Semakin Naik
Tekan Selisih Target Lifting Minyak 2020, SKK Migas Siapkan Sejumlah Program
Polda Sulsel klaim kasus korupsi ditangani meningkat
Ekonomi Dunia Bisa Minus 4,2%, Sri Mulyani: Resesi yang Sangat Dalam