(foto: int)
Pergerakan rupiah kembali diprediksi akan mennguat karena secara teknikal pada USDIDR daily chart terlihat pola hanging man candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada dolar AS.
Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan, secara internal, hasil rilis data neraca perdagangan per Maret yang surplus sebesar US$1.09 miliar yang ternyata melebihi ekspektasi pelaku pasar masih menjadi sentimen positif terhadap rupiah.
Sementara itu, berakhirnya serangan udara di Suriah yang dilancarkan AS beserta para sekutunya, secara tidak langsung juga menjadi sentimen positif yang mempengaruhi tingkat stabilitas rupiah.
Adapun para pelaku pasar akan mencermati data inflasi Inggris yang diproyeksikan stabil pada 2,7%. Jika hasilnya di atas ekspektasi, maka tentunya akan memberikan tekanan pada dolar AS sehingga secara tidak langsung akan memberikan katalis positif bagi rupiah.
Sementara itu, adapun isu perang dagang antara AS dengan China serta isu kenaikan tingkat suku bunga The Fed perlu diwaspadai dan diantisipasi oleh para pelaku pasar. "Range USDIDR hari Rabu ialah: 13.753 hingga 13.797," demikian menurut risetnya seperti dilansir bisnis.com.(*)
Parl | 3180
Penerbangan Internasional di Bandara AP II Terus Naik hingga Agustus 2022
Vaksinasi Mandiri Pakai 20,2 Juta Dosis Vaksin Sinopharm & Moderna
Naik Noceng, Harga Emas Antam Kembali Cetak Rekor
Majukan UMKM, Menko Luhut: Pemerintah Gelontorkan Rp34,1 Triliun
Kemenkeu: Diperlukan Pembiayaan Utang Cukup Tinggi di 2021
Rupiah Dekati Rp15 Ribu per Dolar AS, Tertinggi Setahun Terakhir