(foto: int)
Pergerakan rupiah kembali diprediksi akan mennguat karena secara teknikal pada USDIDR daily chart terlihat pola hanging man candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada dolar AS.
Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan, secara internal, hasil rilis data neraca perdagangan per Maret yang surplus sebesar US$1.09 miliar yang ternyata melebihi ekspektasi pelaku pasar masih menjadi sentimen positif terhadap rupiah.
Sementara itu, berakhirnya serangan udara di Suriah yang dilancarkan AS beserta para sekutunya, secara tidak langsung juga menjadi sentimen positif yang mempengaruhi tingkat stabilitas rupiah.
Adapun para pelaku pasar akan mencermati data inflasi Inggris yang diproyeksikan stabil pada 2,7%. Jika hasilnya di atas ekspektasi, maka tentunya akan memberikan tekanan pada dolar AS sehingga secara tidak langsung akan memberikan katalis positif bagi rupiah.
Sementara itu, adapun isu perang dagang antara AS dengan China serta isu kenaikan tingkat suku bunga The Fed perlu diwaspadai dan diantisipasi oleh para pelaku pasar. "Range USDIDR hari Rabu ialah: 13.753 hingga 13.797," demikian menurut risetnya seperti dilansir bisnis.com.(*)
Parl | 3180
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Kamis 17 Juni 2021, Antam & UBS Turun
Pasca Jokowi-Prabowo Bertemu, IHSG Dibuka Cerah ke 6.409
Menkeu: Turun Tingkat Harga Cerminan Pelemahan Permintaan
Erick Thohir Rombak Dirut hingga Komut PLN, Ini Nama-nama yang Beredar
Daftar Negara Sukses Terapkan Jalan Berbayar ERP, Singapura Jadi Pertama
Bumdes se- Bengkalis Dituntut Profesionalisme