(foto: int)
Tidak semua video yang diupload ke YouTube berisikan konten yang positif. Adapula di antaranya yang berisikan konten negatif dan mengganggu.
Karenanya, Google sebagai pemilik YouTube mengumumkan bahwa pihaknya akan rutin merilis laporan setiap kuartal dan melaporkan bagaimana mereka membersihkan video inventarisnya. Sebagai permulaan, YouTube beberapa waktu lalu telah merilis laporan per tiga bulan terakhir di tahun 2017.
Dari hasil auditnya itu, sekitar delapan juta video telah dihapus. Kebanyakan video-video ini adalah spam atau yang memuat konten dewasa, demikian dikutip detik.com dari Phone Arena, Rabu (25/4/2018).
Dalam menjalankan aksi bersih-bersihnya ini YouTube mengandalkan mesin pembelajaran. Berita dilansir detik.com ini, teknologi ini membantu YouTube untuk menghapus video berisiko tinggi secara cepat.
Untuk memperlihatkan sebagaimana canggihnya mesin pembelajaran ini bekerja, sekitar 6,7 juta dari delapan juta video yang dihapus kuartal lalu terlebih dahulu ditandai oleh mesin, bukan oleh manusia. Artinya 76% video dihapus oleh YouTube tanpa video tersebut mendapat view satupun.
Ini pun menunjukan kemajuan yang pesat dari YouTube dalam menangani video dengan konten negatif. Sebelumnya di tahun 2017, hanya 8% dari video yang ditandai dan dihapus karena mengandung konten ekstrim dengan kurang lebih 10 jumlah view. Mesin pembelajaran ini pun diperkenalkan pada bulan Juni. Dan sekarang 50% video dihapus dengan jumlah view kurang dari 10.(*)
Kasus Omicron di Indonesia, Begini Dokter dan Ahli Bicara Gejala yang Ada
Pemerintah Harus Tanggung Jawab jika Covid-19 Melonjak Gara-Gara Pilkada
PNS Kemendagri yang Bolos Usai Libur Lebaran Diskors 3 Hari
Kelas Rawat Inap BPJS Kesehatan Dihapus di 2022, Begini Nasib Iuran Peserta
Diusulkan Dapat Libur Tambahan, Ini Hak Libur, Cuti & Izin yang Dimiliki PNS
Jokowi Singgung Geopolitik dan Konflik LCS di Masa Pandemi