(foto: int)
Reaksi sistem imun yang berlebihan terhadap infeksi virus bisa jadi bertanggung jawab terhadap fenomena memutihnya rambut atau uban secara mendadak. Hal ini dilaporkan oleh para peneliti setelah melihat fenomena pada tikus.
Pemimpin studi Melissa L. Harris dari University of Alabama, Amerika Serikat, mengatakan bahwa molekul MITF yang terlibat dalam pigmentasi rambut juga memiliki kendali terhadap beberapa gen imunitas tertentu. Tikus dengan MITF yang overaktif ketika terjadi infeksi virus maka sel-sel pigmen rambut bernama melanosit bisa terkena dampak dan ikut hilang. Hal ini kemudian menyebabkan rambut tumbuh tanpa warna terlihat putih.
"Semua riset ini tapi baru kita lakukan pada tikus jadi kami masih ragu untuk membandingkannya dengan manusia tanpa eksperimen lebih lanjut," kata Melissa seperti dikutip dari Reuters, Senin (7/5/2018).
"Kami ingin melihat apakah mekanisme dalam studi ini dapat menjelaskan orang-orang yang rambutnya mendadak beruban. Apakah kombinasi genetik dan infeksi virus sehari-hari bisa cukup berpengaruh secara negatif pada melanosit dan sel punca melanosit menyebabkan uban dini," lanjutnya seperti dilansir detik.com.
Menurut peneliti dengan terungkapnya MITF sebagai elemen yang berkaitan dengan sistem imun dan sel penghasil pigmen kulit, ke depan studi lainnya mungkin bisa melihat pada kondisi kulit yang berbeda seperti vitiligo.(*)
Daftar 100 Rumah Sakit Rujukan Infeksi Virus Corona di Indonesia
Di Balik Rasanya yang Pahit, 5 Manfaat Ini Akan Kamu Dapatkan Bila Rutin Mengonsumsi Jus Pare
Info Terbaru Pengembangan Vaksin Virus Corona COVID-19 di 5 Negara
Corona RI Tembus 76.981 Kasus, 9 Provinsi Ini Nihil Kasus Baru Per 13 Juli
12 Makanan yang Bisa Bantu Redakan Perut Kembung
Apakah Frozen Food Bisa Jadi Pilihan Makanan yang Sehat untuk Dikonsumsi?