sumber photo detik.com
Peneliti ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly Martawardaya mengatakan bahwa cadangan minyak dan gas (migas) milik Indonesia akan habis dalam 20 tahun lagi. Kok bisa?
Menurut Berly hal itu dikarenakan tren konsumsi yang di setiap tahunnya mengalami peningkatan. Hal itu berbanding lurus dengan penambahan jumlah kendaraan di setiap tahunnya.
"Dengan cadangan yang ada dan tren konsumsi di masa mendatang itu juga kurang dari 20 tahun akan habis," kata dia dalam diskusi media di Tjikini Lima, Kamis (21/3/2019).
Lebih lanjut, ia mengungkapkan langkah mencegah habisnya produksi migas dalam negeri, yakni dengan meningkatkan produksi energi baru terbarukan (EBT), hingga impor. Dengan begitu, kebutuhan dalam negeri terus terjaga.
"Opsinya itu meningkatkan produksi, produksi EBT-nya atau punya duit banyak dari sektor lain untuk impor. Sebab konsumsi sulit ditekan," terang dia, dikutip dari laman detik.com.
Selain itu, ia juga menyinggung soal RUU Migas agar segera diselesaikan. Dengan begitu harapannya investasi di sektor migas bisa meningkat dan mendorong produksi dalam negeri.
"Nggak ada cara lain, migas digenjot, sistem diperkuat untuk investasi baik dari UU migas dan dorong EBT migas nggak cukup," tutup dia. (wili)
Harga Minyak Dunia Naik Tipis di Tengah Penolakan AS terhadap Pemangkasan Produksi OPEC+
Harga Emas Antam Naik ke Rp 658.000/Gram
Putin dan Xi Jinping Bersabda, Harga Emas Terbang Lagi
Berminggu-minggu Turun, Harga TBS Sawit di Riau Pekan Ini Sebesar Rp1.916,49 per Kg
Nilai Ekspor Minyak Sawit Hingga Desember 2022 Diprediksi Lampaui US$ 30 Miliar
Buka Ajang PEF 2019, Dirut Pertamina Bicarakan Masa Depan Energi Nasional