sumber photo detik.com
IHSG ditutup melemah di level 6,452.61 (-0.25%). Pelemahan didorong oleh sektor Infrastruktur (-1.28%) dan sektor Misc Ind (-0.71%).
Kondisi global cukup kondusif menopang pergerakan IHSG. Dari dalam negeri sentimen inflasi mempengaruhi pergerakan dikarenakan rilisnya data inflasi yang dinilai sedikit di bawah ekspektasi pasar.
Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 26,258.42 (+1.28%), NASDAQ ditutup 7,828.91 (+1.29%), S&P 500 ditutup 2,867.19 (+1.16%).
Wall Street ditutup menguat setelah data manufaktur Amerika Serikat (AS) dan China yang kuat meredakan kecemasan akan terjadinya perlambatan ekonomi global. Kegiatan manufaktur AS tumbuh bulan lalu dan mencatatkan rebound dari posisi terendahnya sejak akhir 2016, menurut data Institute for Supply Management.
Di China, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Caixin/Markit melompat ke 50,8 di Maret dan menyentuh level tertingginya dalam delapan bulan terakhir, dikutip dari laman detik.com.
IHSG diprediksi melemah. Pergerakan masih akan dipengaruhi oleh kondisi global yang masih fokus menanti kemajuan negosiasi dagang antara China dan Amerika Serikat. Secara teknikal candlestick IHSG membentuk long black body mengindikasikan potensi pelemahan dalam jangka pendek.
Resistance 2 : 6,510
Resistance 1 : 6,481
Support 1 : 6,433
Support 2 : 6,414 (wili)
Wow, Inflasi AS Tembus 6,4 Persen di Januari 2023
Dolar AS Hari Ini Menguat terhadap Rupiah
Mengekor Bursa Asia, IHSG Dibuka Merah ke 6.363
Jokowi Unggul Quick Count Sementara, IHSG Melejit ke 6.584
Turun, Triwulan I Bank Mandiri Untung Rp3,8 T
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Jumat 27 Mei 2022, Mumpung Turun!