sumber photo detik.com
Pada perdagangan awal pekan ini (17/6) IHSG ditutup melemah sebesar 0,96% ke level 6.190,52. Sebanyak sembilan dari 10 indeks sektoral berakhir dalam zona merah, dimana sektor Aneka Industri dan Manufaktur memimpin pelemahan masing- masing sebesar 1.83% dan 1.34%.
Sementara itu pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (netsell) sebesar Rp 143 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0,40% ke level Rp 14.337.
Pada perdagangan semalam (17/6) bursa saham Wall Street kompak ditutup rebound, di mana Dow Jones dan S&P masing-masing menguat sebesar 0,09% dan Nasdaq naik 0,62%.
Adapun penguatan tersebut dipimpin oleh sektor energi pada indeks Nasdaq, hal ini seiring dengan para pelaku pasar menantikan pertemuan The Federal Reserve pada pekan ini.
Meski begitu bank sentral AS diperkirakan belum akan menurunkan Fed Fund Rate pada pertemuan di bulan Juni ini, namun para investor optimistis bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga acuan pada awal Juli 2019, dikutip dari laman detik.com.
IHSG ditutup melemah sebesar 1% ke level 6.190. Adapun indikator Stochastic bearish dan MACD histogram bergerak turun dengan volume meningkat. Diperkirakan IHSG kembali lanjutkan pelemahan dengan pergerakan di kisaran 6.118-6.234. (wili)
Mohon Maaf, BLT Subsidi Gaji Rp2,4 Juta Tak Dilanjutkan
Rupiah Bangkit ke Rp14.558 per Dolar AS di Tengah Lonjakan Inflasi RI
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, 28 Agustus 2020
Jokowi Bagi Bansos Sembako Rp 600.000/Keluarga Selama 3 Bulan
Ketidakpastian Masih Menghantui Sektor Sawit di 2023
DPR Cecar Sri Mulyani soal Subsidi Elpiji 3 Kg hingga Cukai Rokok