sumber photo detik.com
Pemerintah baru saja meneken kerja sama dengan Pemerintah Jepang, kerja sama tersebut mengatur penempatan tenaga kerja Indonesia ke Jepang. Setidaknya ada potensi 345.150 tenaga kerja yang dibutuhkan Jepang.
Bukan cuma potensi jumlah tenaga kerjanya saja yang besar, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri memperkirakan gaji yang cukup besar juga. Hanif menyebutkan ada pekerjaan yang gajinya menyentuh Rp 20 juta/bulan.
"Kalau kaya nurse ya lebih tinggi dari menteri. Kisarannya bisa Rp 20 juta untuk skilled worker," kata Hanif, di kantornya, Jakarta, Selasa (25/6/2019).
Menurut Hanif, potensi tenaga kerja Indonesia masuk ke Jepang besar salah satunya karena negara tersebut sedang menghadapi aging society yang membuat kebanyakan populasinya merupakan orang yang sudah tua.
Sedangkan, Indonesia sedang mengalami bonus demografi sehingga populasi angkatan kerjanya sedang besar.
"Karena problem populasi mereka menjadi lebih terbuka untuk penempatan tenaga kerja. Jepang akan mengalami shortage tenaga kerja dan aging society. Sedangkan, kita sedang memiliki bonus demografi, jadi masuk," kata Hanif, dikutip dari laman detik.com.
Hanif juga mengatakan bahwa pemerintah pun sedang memantau negara lain yang juga mengalami aging society. Dengan begitu menjadi potensi tenaga kerja Indonesia untuk masuk.
"Ya kita pasti memantau negara lain juga, tapi kan dinamika berbeda. Misal negara Eropa itu juga lagi mengalami aging population cuman kan kita belum tahu seperti apa prinsipnya, kalau mereka terbuka lapangan kerjanya kita masuk," kata Hanif. (wili)
Sudah Vaksin Kedua, Naik Pesawat Tak Perlu Lagi Tes PCR
Kapolda Riau Pilih Tak Mau Jawab
Cegah Corona Meluas, Jokowi Siapkan Perpres dan Inpres Mudik Lebaran 2020
Tingkatkan Keadilan Sosial untuk Wujudkan Indonesia Damai dan Toleran
Ada Layanan QRIS, Jemaah Indonesia Nantinya Tak Perlu Bawa Uang Fisik saat Umrah
Jari Klaim Dirinya “Nabi Isa”