sumber photo detik.com
IHSG ditutup menguat di level 6,310.49 (-0.16%), Pelemahan didorong oleh Agriculture (-1.24%) dan Misc-Ind (-1.05%). Pelemahan diakibatkan oleh ketidakpastian setelah investor mencerna pernyataan dari The Fed yang akan kembali mengkaji penurunan suku bunga. Dari dalam negeri masih minim sentimen yang bisa mendorong penguatan IHSG.
Bursa Amerika Serikat ditutup bercampur. Dow Jones ditutup 26,536.82 (-0.04%), NASDAQ ditutup 7,909.97 (+0.32%), S&P 500 ditutup 2,913.78 (-0.12%). Bursa US kembali mencatat pelemahannya, dimana investor masih menunggu hasil dari pertemuan Presiden Trump dengan Presiden Xi Jin Ping yang akan diselenggarakan pada tanggal 28 Juni 2019 di Jepang.
Disamping itu, harga minyak dunia masih terus menguat pada sesi perdagangan US hingga mencapai $59.38/barrel (+2.7%) yang disebabkan oleh persediaan minyak US menurun sebanyak 12.8 juta barrel pada minggu lalu. Bursa Asia dibuka cukup waspada, menanti hasil pertemuan G20 dan pertemuan China - US.
IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal rentang penguatan IHSG sudah sangat terbatas dan indikator stochastic membentuk deadcross di area overbought mengindikasikan akan mengalami pelemahan dalam jangka pendek, dikutip dari laman detik.com.
Resistance 2 : 6,346
Resistance 1 : 6,328
Support 1 : 6,297
Support 2 : 6,284
(wili)
Indonesia Siap Jadi Eksportir Listrik Terbesar di Asia Tenggara
Rupiah Melemah Lewati Level 15.000 per Dolar AS
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Senin 7 Desember
Investasi Dipacu, Impor Produk Petrokimia Bakal Menyusut
Harga TBS Sawit Kalteng Periode Desember 2022, Turun Rp 95,09/kg, Cek Harganya
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Rabu 9 Juni 2021