Puluhan Ekonom Dunia Yakin Resesi Global Kian Dekat dan Bisa Lanjut Hingga 2023


Jumat,30 September 2022 - 11:54:51 WIB
Puluhan Ekonom Dunia Yakin Resesi Global Kian Dekat dan Bisa Lanjut Hingga 2023 sumber foto liputan6.com

World Economic Forum (WEF) atau Forum Ekonomi Global mengatakan, tingginya inflasi yang tiada henti dan penurunan upah riil secara konsisten membuat resesi  global semakin mungkin terjadi. Perkiraan ini didasarkan pada survei kepala ekonom dari seluruh dunia. Menurut survei terhadap lebih dari 50 ekonom dari keuangan, asuransi, layanan profesional dan industri teknologi, serta organisasi internasional dan bank pembangunan regional, rata-rata tujuh dari sepuluh ekonom menganggap resesi global setidaknya "agak mungkin" terjadi. Para ekonom memperkirakan pertumbuhan yang berkurang, inflansi yang sangat tinggi dan penurunan upah riil akan terus berlanjut di sisa tahun 2022 bahkan hingga 2023. Dilansir The Economic Times, Jumat (30/9/2022), menurut laporan berjudul WEF Chief Economist Outlook, upah riil kemungkinan akan terus turun di seluruh dunia pada 2022-2023. Tekanan inflasi, bagaimanapun, diperkirakan akan mereda tahun depan, tambahnya. Secara global, prospek ekonomi bakal turun lebih jauh selama beberapa bulan terakhir dengan ekspektasi pertumbuhan yang dipangkas di semua wilayah.

Dilansir dari laman liputan6.com. Bahkan diperkirakan akan terjadi krisis biaya hidup yang kemudian menyebabkan kerusuhan sosial. Survei menunjukkan, ketahanan pangan bisa berisiko di banyak wilayah selama tiga tahun ke depan. Hampir sembilan dari sepuluh kepala ekonom memperkirakan pertumbuhan di Eropa akan melemah pada 2023. Sementara pertumbuhan moderat diperkirakan terjadi di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA), AS, Asia Selatan, dan Amerika Latin. Prospek pertumbuhan yang suram sebagian didorong oleh inflasi yang tinggi, yang telah memicu pengetatan moneter yang tajam di banyak negara. Dengan pengecualian China dan kawasan MENA, sebagian besar kepala ekonom memperkirakan inflasi yang tinggi akan bertahan selama sisa tahun 2022, dengan ekspektasi yang agak moderat pada tahun 2023. Karena tingginya biaya hidup bergema di seluruh dunia, para kepala ekonom sepakat bahwa upah akan gagal untuk mengimbangi lonjakan harga pada tahun 2022 dan 2023. Dengan sembilan dari sepuluh mengharapkan upah riil turun di ekonomi berpenghasilan rendah selama periode itu, di samping 80 persen di ekonomi berpenghasilan tinggi.(iv)


Akses riaubisnis.co Via Mobile m.riaubisnis.co
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Jl. Arifin Ahmad/Paus Ujung (Komp. Embun Pagi), B 13, Pekanbaru, Riau – Indonesia
CP : 0812 6812 3180 | 0853 7524 1980
Email: [email protected]