sumber photo detik.com
Dinas Kesehatan Sidoarjo sudah meneliti tahu yang dimasak menggunakan bahan bakar sampah kertas impor. Hasilnya, tahu tersebut aman dan layak dikonsumsi.
"Hasil dari penelitian tim dinkes kemarin, produk tahu aman dan layak konsumsi. Meskipun begitu kita tetap akan mengambil beberapa sampel. Untuk dilakukan pengujian supaya mengetahui apakah produk tahu nya terpapar polutan asap pembakaran atau tidak," kata Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman kepada detikcom, Jumat (28/6/2019).
Syaf mengatakan yang menimbulkan polutan adalah hasil dari pembakaran sampah yang sebagian besar berbentuk plastik. Bila plastik tersebut mengandung aluminium foil, maka asapnya mengandung CO 2, H2S, dioksin, dan Furan yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.
"Berdasarkan laporan dari Puskesmas Krian dan bidan Desa Tropodo, warga sekitar diketahui menderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA)," tambah Syaf.
Syaf menjelaskan pihaknya berencana juga akan menggelar Usaha Kesehatan Kerja (UKK) di wilayah tersebut. Dan memberikan sosialisasi dan edukasi kesehatan terkait bahaya penggunaan sampah kertas impor tersebut, dikutip dari laman detik.com.
"Supaya masyarakat mengerti bahwa asap polutan yang dihasilkan berisiko tinggi bagi kesehatan," jelas Syaf. (wili)
Penerimaan CPNS Tahun 2023 Segera Dibuka, Ini Formasi yang Dibutuhkan
IPW Sebut Jokowi Akan Reshuffle Belasan Menteri
Hingga Maret, BP Tapera Sudah Cairkan Dana Rp1,58 untuk 383.000 Pensiunan PNS
Daftar Daerah PPKM Level 3 Jawa-Bali Sampai 13 September dan Aturan Terbarunya
Vaksin Covid-19 Gratis dan Bayar, Jokowi: Harga Tak Harus Disampaikan ke Publik
Belajar dari India, Mendagri Minta Masyarakat Tak Abai Prokes