sumber photo detik.com
Polresta Pekanbaru membekuk komplotan rampok spesialis minimarket. Salah satu pelaku dilumpuhkan dengan timas panas.
"3 tersangka ini melakukan perampokan sebanyak 14 lokasi di Pekanbaru. Sasarannya toko Indomaret dan Alfamart," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Susanto saat menggelar jumpa pers, Senin(29/7/2019) di Mapolresta Pekanbaru
Ketiga pelaku berinisial, A, Z dan Y. Dalam aksinya mereka selalu membawa senjata berupa airsoft gun.
"Ada dua pucuk airsoft gun turut kita amankan dari 3 tersangka ini. Untuk mengungkap jaringan ini memang memerlukan waktu panjang, kita selidiki sejak awal tahun 2019 lalu," ujar Santo.
Dari kasus perampokan di awal tahun 2019, kata Santo, pihaknya membentuk tim untuk menelusuri kelompok bandit ini. Hasilnya ketiga pelaku berhasil dibekuk.
"Awalnya kita menangkap tersangka A di lobi sebuah hotel. Setelah dilakukan pengembangan akhirnya mengungkap Z dan Y di kamar hotel," ucap Santo.
Saat hendak ditangkap, pelaku berinisial Z melakukan perlawanan. Pelaku sempat mengeluarkan airsoft gun dan menodongkan ke petugas.
"Mereka ini saat melakukan aksinya selalu memotong gembok toko lalu masuk dalam toko dan menguras isinya," kata Santo.
Modus lainnya, sambung Santo, komplotan ini masuk ke dalam toko sambil menodongkan airsoft gun kepada karyawan. Mereka juga mengancam.
"Mereka akan mengancam karyawan bila melakukan perlawanan akan ditembak. Setelah karyawan tak berkutik, mereka mengambil uang dan barang-barang lainnya," kata Santo.
Kini polisi tengah mengembangkan kasusnya. Polisi menyelidiki apakah komplotan tersebut juga melakukan aksi kejahatan di luar Pekanbaru, dikutip dari laman detik.com. (wili)
Bandar Narkoba yang Tewas Dalam Baku Tembak di Riau Pecatan Polisi
Bambang Soesatyo Ketua MPR, Airlangga Hartarto Ketua Umum Golkar
Erick akan Rombak Direksi BUMN, KRAS & Jiwasraya Jadi Fokus
Komnas HAM: Polisi Paling Banyak Diadukan Langgar HAM
Kuasa Hukum Vadhana International Laporkan Bukopin ke OJK dan YLKI
Kasus Djoko Tjandra, Jaksa Pinangki Diduga Terima Suap Rp 7 Miliar