sumber photo detik.com
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau masih belum bisa teratasi. Muncul semakin banyak titik panas (hotspot) yang mencapai 116 lokasi di sejumlah wilayah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru merilis pada tingkat kepercayaan (level confidence) 50 persen di wilayah Sumatera terdeteksi 192 sebaran hotspot, Senin (12/8/2019). Dari jumlah tersebut, Riau penyumbang paling besar 156 titik panas. Sisanya ada di Sumut, Lampung, Babel, Kepri dan Jambi.
Namun pada tingkat kepercayaan 70 persen di mana Karhutla terdeteksi 116 yang diduga titik api di Riau. Titik panas ini paling banyak di Kabupaten Pelalawan, 28 lokasi, disusul Kabupaten Siak 22 lokasi. Selebihnya ada di Rokan Hilir 15, Rokan Hulu 1, Indragiri Hulu 11, Indragiri Hilir 19, Meranti 7, Bengkalis 7.
"Pekanbaru 2 Km , asap (jarak pandang pagi ini karena asap). Kabupaten Pelalawan jarak pandang 3 Km, asap," demikian rilis BMKG Pekanbaru.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, menyebutkan imbas asap Karhutla ini sejumlah wilayah pada indeks standar pencemaran udara (ISPU) mengalami kondisi udara yang tidak sehat.
Di Pekanbaru, ISPU pada level sangat tidak sehat, sebelumnya tidak sehat. Kabupaten Siak tidak sehat, Bengkalis tidak sehat, Dumai tidak sehat, Rokan Hilir tidak sehat, Kabupaten Kampar tidak sehat, dikutip dari laman detik.com.
"Penanganan Karhutla ini, Satgas Udara menerjunkan 19 helikopter dan satu pesawat. Satu pesawat BPPT untuk teknologi mudifikasi cuaca jenis Cassa 212 (PK-PTC). Sedangkan heli untuk water bombing," kata Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger kepada detikcom, Senin (12/8/2019).
Edwar menjelaskan, saat ini Karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah di Riau. Kebakaran lahan masih ada di Kabupaten, Siak, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hilir, Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hilir, Meranti.
"Tim Satgas Darat TNI/Polri, BPBD, Damkar, Manggaa Agni, tim perusahaan, masyarakat peduli api semuanya tetap melakukan pemadaman. Ini dibantu lagi water bombing. Kita berharap Karhutla ini bisa segera kita atasi," kata Edwar. (wili)
125 Karyawan Bank BUMN di Pekanbaru Di-swab, Dan Positif Bertambah Enam di Riau, Meninggal Dunia Dua
Laporan Keuangan Bengkalis Diharapkan Peroleh Opini WTP
Hasil Pengawasan BBPOM di Pekanbaru, Banyak Iklan Obat Tradisional Langgar Aturan
Perda RTRW Kota Pekanbaru Menunggu Verifikasi KLHS
Presiden Jokowi Tinjau Karhutla di Desa Merbau Pelalawan Riau Pakai Tiga Helikopter
Akhir 2019, Malaysia dan Indonesia MoU RoRo Dumai - Malaka