sumber photo detik.com
Dengan lebih dari 1,5 miliar pengguna di seluruh dunia, WhatsApp jadi rajanya aplikasi pesan instant saat ini. Karenanya, tak heran banyak yang berupaya menyainginya dengan menawarkan bermacam fitur.
Persaingan itu antara lain datang dari Telegram. Sejumlah fitur baru yang ditawarkan Telegram, seperti dikutip dari Phone World, Selasa (27/8/2019), memperlihatkan bahwa aplikasi yang identik dengan ikon mainan pesawat kertas ini berupaya mengalahkan WhatsApp.
Telegram saat ini punya 200 juta pengguna. Mungkin saja jumlah penggunanya bertambah dua kali lipat dalam waktu dekat jika apa yang ditawarkannya sukses memikat pengguna baru yang berpaling dari WhatsApp, dikutip dari laman detik.com.
Perusahaan yang dipimpin Pavel Durov ini membenamkan sejumlah update yang mengubah cara orang mengirim dan menerima pesan. Salah satunya adalah fitur yang memungkinkan pengguna mengirim pesan 'bisu'.
Fungsi ini berguna ketika orang yang dituju sedang rapat atau di kelas dan lupa mengubah ponselnya ke pengaturan 'silent'. Mereka tetap akan menerima notifikasi di layar ponsel seperti biasanya, namun tanpa ada suara yang bisa mengganggu.
Selain itu, Telegram juga memperkenalkan fitur Slow Mode. Fungsi dari fitur ini adalah membatasi waktu seseorang bisa membalas dalam sebuah grup chat, sehingga percakapan tidak didominasi orang tertentu. (wili)
Kalah Tenaga dari Yamaha NMax, Honda PCX Dapat Mesin Baru
Ford Pernah Produksi Mobil Kedelai Pertama di Dunia, Kenapa Gagal Dijual Massal?
'Pembunuh' Avanza Terbaru Nongol, Avanza & Innova Lewat!
DJP Luncurkan Aplikasi M-Pajak, Simak Deretan Layanannya
ATSI: MVNO Kontradiktif dengan Upaya Perampingan Industri Telekomunikasi
Meluncur September, iPhone 13 Punya Kamera Pro Fokus dan Video Profesional