detik.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meminta kepada para eksportir untuk tidak mengkhawatirkan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Menurut Darmin, seperti berita dilansir detik.com, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih dalam level yang kompetitif.
"Ya arahnya memang begitu. Jangan begitu, belum apa-apa sudah khawatir," kata Darmin di kantornya, Jakarta, Jumat (13/9/2019).
Berdasarkan data perdagangan Reuters yang dikutip hari ini, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah pagi ini melemah ke level Rp 13.914. Angka ini lebih rendah dibanding posisi rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (12/9) kemarin yang ada di level Rp 13.985. Hingga pukul 09.25 WIB, dolar AS tercatat bergerak di level Rp 13.913-13.985.
Kekhawatiran para eksportir terhadap penguatan rupiah dikarenakan akan mengganggu nilai jual produk yang diekspornya. Di mama, jika rupiah menguat maka nilai ekspor dalam mata uang dolar AS menjadi lebih murah.
Mantan Dirjen Pajak ini mengungkapkan, para eksportir boleh khawatir jika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS jika sudah di level Rp 13.300-Rp 13.400 per US$.
"Kan kita itu kan setahun, awal 2018 kurs kita itu Rp 13.400 apa Rp 13.500, masa sekarang Rp 14.000 atau dekat-dekat Rp 13.900 sudah khawatir, ngerti nggak? Kalau sudah Rp 13.400 atau Rp 13,300 boleh khawatir," ungkapnya. (GA)
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Rabu 4 Agustus 2021
Pemerintah Tak Akan Kembali Buka Seleksi PPPK Hingga Perpres Terbit
Harga Minyak Dunia Loyo Ditekan Penguatan Dolar AS
Sri Mulyani: Pencairan Program PEN Capai Rp 174,79 Triliun
Plt. Kepala Bappebti: Pembentukan Harga Acuan Komoditas Sesuai Mandat UU 32/1997
Pajak Eskpor CPO Malaysia Tetap 8 Persen Pada Februari