kompas.com Empat bulan belakangan, harga emas bergerak naik. Bahkan, sejak Januari sampai Agustus 2019 kenaikannya hampir 10 persen.
Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, utamanya kondisi ekonomi global yang tidak bisa diprediksi, seperti penyerangan kilang minyak Saudi Aramco dua pekan lalu. Akibatnya, banyak investor yang beralih ke aset-aset safe haven seperti emas.
Beralihnya investor ke aset-aset safe haven juga mempengaruhi kinerja PT Pegadaian (Persero) di lini investasi emas digital. Per Agustus 2019, tabungan emas di Pegadaian telah mencapai 3,3 ton dengan 2,6 juta penabung.
Peningkatannya sekitar 2 ton dari Juni 2019.
Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengakui banyak nasabah yang melakukan top up untuk meningkatkan investasi emas karena harganya yang tengah naik.
"Banyak juga yang karena nilainya tinggi, mereka lebih (banyak) top up," kata Kuswiyoto di Jakarta, Senin (23/9/2019).
Kendati demikian, seperti berita dilansir kompas.com, kenaikan emas yang terlalu signifikan juga dimanfaatkan investor untuk menggadaikan tabungan emasnya. Pun menebus emasnya di Pegadaian untuk dijual kembali.
"Jadi ada plus minusnya. Bagi masyarakat yang lihat harga emasnya naik, mereka nebus untuk dijual. Itu salah satu minusnya," jelas Kuswiyanto.
Adapun untuk mendorong animo masyarakat agar semakin gencar menabung emas, pihaknya bakal meluncurkan kartu chip seperti kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk tabungan emas.
Nantinya kartu yang diberi nama Gold Card tersebut akan diberikan kepada pemilik tabungan untuk bertransaksi di manapun, baik di pusat perbelanjaan atau menarik uang tunai melalui ATM. Rencananya, Gold Card bakal mulai diluncurkan bulan Oktober.
"Gold Card bulan depan mungkin sudah launching. Jadi biar yang punya tabungan emas enggak sia-sia," jelasnya. (GA)
Kontras Dengan 22 Mei, IHSG Hari Ini Dibuka Cerah ke 5.954
Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Taruhan Pelonggaran Moneter The Fed
Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Naik, Menyusul Kenaikan Harga Minyak Kedelai
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Kamis 17 Maret 2022, Turun Terimbas Suku Bunga The Fed
BRI Target Agen BRILink Capai 615 Ribu di 2023
Harga Komoditas Naik, Ekonomi RI Diramal Tumbuh 4 Persen di 2021