cnbcindonesia.com Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tampaknya berpeluang menguat di perdagangan pasar spot hari ini. Tanda-tanda apresiasi rupiah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF).
Berikut kurs dolar AS di pasar NDF jelang penutupan pasar kemarin dibandingkan hari ini, Selasa (1/10/2019), mengutip data Refinitiv:
|
Periode |
Kurs 30 September (15:52 WIB) |
Kurs 1 Oktober (07:39 WIB) |
|
1 Pekan |
Rp 14.176 |
Rp 14.163,25 |
|
1 Bulan |
Rp 14.222 |
Rp 14.220 |
|
2 Bulan |
Rp 14.277 |
Rp 14.277 |
|
3 Bulan |
Rp 14.340 |
Rp 14.340 |
|
6 Bulan |
Rp 14.524 |
Rp 14.525 |
|
9 Bulan |
Rp 14.709 |
Rp 14.699 |
|
1 Tahun |
Rp 14.892 |
Rp 14.884,75 |
|
2 Tahun |
Rp 15.515 |
Rp 15.659,6 |
Berikut kurs Domestic NDF (DNDF), yang kali terakhir diperbarui pada 30 September pukul 15:57 WIB:
|
Periode |
Kurs |
|
1 Bulan |
Rp 14.228 |
|
3 Bulan |
Rp 14.328 |
Dilansir berita laman cnbcindonesia.com, NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Sebelumnya pasar NDF belum ada di Indonesia, hanya tersedia di pusat-pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London.
Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Oleh karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot. Padahal NDF sebelumnya murni dimainkan oleh investor asing, yang mungkin kurang mendalami kondisi fundamental perekonomian Indonesia.
Bank Indonesia (BI) pun kemudian membentuk pasar DNDF. Meski tenor yang disediakan belum lengkap, tetapi ke depan diharapkan terus bertambah.
Dengan begitu, psikologis yang membentuk rupiah di pasar spot diharapkan bisa lebih rasional karena instrumen NDF berada di dalam negeri. Rupiah di pasar spot tidak perlu lalu membebek pasar NDF yang sepenuhnya dibentuk oleh pasar asing. (GA)
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Cetakan Antam Turun Rp8.000 per Gram
Menaker: Penerima Subsidi Upah Naik Jadi 15,7 Juta Pekerja
Modal Asing Masuk Indonesia, BI Optimistis Rupiah Masih Bisa Menguat
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, 13 Agustus 2020
Rupiah Gagal Tembus Rp 14.000/US$ Pekan Ini, Cek Penyebabnya
Bisnis Nasabah Premium BRI Meningkat 22,5% Berkat 'Wealth Management For All'