sumber foto cnbcindonesia.com
Industri telekomunikasi kini kian berkembang, ini bisa dilihat dari perubahan ukuran modul kartu SIM yang semakin mengecil. Yang terbaru adalah penggunaan teknologi eSIM pada smartphone.
Dilansir dari laman cnbcindonesia.com, eSIM adalah SIM digital yang memungkinkan pengguna untuk mengaktifkan paket seluler dari operator tanpa harus menggunakan SIM Card fisik.
Berbeda dengan smartphone dengan sistem inject kartu SIM dari satu operator seluler tertentu, eSIM sendiri dapat bergonta-ganti satu operator seluler ke operator lain melalui scan QR barcode. Jadi, eSIM sudah tertanam di smartphone dan berukuran lebih kecil daripada Nano-SIM yang diterapkan di banyak ponsel pada saat ini.
Perkembangan eSIM di Indonesia mulai diterapkan oleh Smartfren pada September 2019 dan sementara hanya bisa dipakai pada produk iPhone yang mendukung Dual SIM. Dimulai dari iPhone XS, XS Max, dan iPhone 11 series.
Di Indonesia, operator seluler yang memiliki produk eSIM, baru Smartfren. Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim, menjelaskan sejauh ini pengguna eSIM Smartfren di Indonesia sudah lima ribu pengguna. "Sejauh ini pengguna eSIM kita di Indonesia sudah menyentuh 5 ribu," kata Djoko.
Jika ditarik ke belakang, eSIM sudah diperkenalkan pada 2016 lalu dan pertama kali dipakai Samsung Gear 3G. eSIM di proyeksikan akan banyak diterapkan di banyak perangkat di masa depan, saingan iPhone, yaitu Google juga sudah menyisipkan teknologi eSIM dari model produknya Google Pixel 3. (GA)
Resmi Meluncur, Intip Spesifikasi DFSK Glory i-Auto
MV Agusta Brutale 1000 Nurburgring 2021 Dirilis Terbatas, Harga Mulai Rp 656 Juta
Tablet Pertama Ubuntu Akhirnya Meluncur
Bocoran Lengkap PlayStation 5 yang (Mungkin) Segera Dirilis
Telkomsel Siap Gelar 7.772 BTS USO 4G Baru di Daerah 3T
Hyundai Ioniq 5 Diklaim Bisa Melaju 100 Km Setelah Isi Daya 5 Menit