sumber foto bisnis.com Berbagai informasi beredar di masyarakat tentang virus corona atau COVID-19. Salah satunya adalah ketahanan virus tersebut ketika berada di tempat bersuhu rendah.
Dilansir dari laman bisnis.com, virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China itu disinyalir mampu bertahan lebih lama ketika berada di tempat bersuhu rendah. Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam, kemampuan bertahan COVID-19 di suhu rendah terlihat dari tingginya penyebaran virus tersebut di kota-kota yang bersuhu dingin.
"Pusat penyebaran COVID-19: Wuhan 13° C,Qom 19°C,Daegu 11°C, Lombardy 14°C, Hokkaido 0°C. Virus memang lebih lama bertahan di luar pada suhu dingin," demikian disampaikan oleh Ari melalui akun Twitter-nya @DokterAri pada Minggu (9/3/2020).
Adapun sebelumnya, Peneliti bidang mikrobiologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sugiyono Saputra mengatakan kemampuan bertahan hidup virus, terutama yang masuk dalam keluarga Coronavirus menurutnya dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain jumlah, suhu, hingga kelembaban. Keduanya mampu bertahan hidup lebih lama di kondisi yang lembab dan dingin.
“Memang betul semakin rendah suhu, semakin dingin ketahanannya semakin lama. Namun, jika suhunya semakin panas kira-kira diatas 30 derajat celcius memang ketahannya semakin rendah. Ini bukan karakteristik dari Covid-19 tapi Coronavirus lainnya yang sudah diteliti sebelumnya. Saat ini masih mengacu kesana,” katanya ketika dihubungi oleh Bisnis.com belum lama ini. (GA)
Varian Corona Delta Lebih Menular ke Orang, Ini Gejalanya
Apakah Corona Punya Efek Kesehatan Jangka Panjang?
9 Macam Kecerdasan Manusia, Kenali Bakat dan Kemampuan
Enam Gejala Virus Corona Ringan yang Tak Boleh Diabaikan
24 Penyebab Tensi Tinggi yang Tak Boleh Diabaikan, Perhatikan Gaya Hidup
CDC Perbarui Pedoman, Wajib Pakai Masker di Rumah Pada Kondisi Ini