sumber foto health.detik.com Untuk mencegah meluasnya virus korona COVID-19 di Indonesia, berbagai cara sudah mulai dilakukan. Contohnya seperti menyediakan wastafel dan hand sanitizer untuk membersihkan tangan, diberlakukannya kebijakan Work From Home atau kerja di rumah, sampai penyemprotan desinfektan.
Dilansir dari laman health.detik.com, menurut dokter spesialis kulit dan kelamin dari DNI Skin Centre, dr I Gusti Nyoman Darma Putra, SpKK, penyemprotan desinfekta atau larutan zat kimia tertentu berfungsi untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme yang ada pada suatu objek, dan bisa digunakan pada kulit atau alat kesehatan.
"Umumnya tidak ada efek berbahaya setelah kulit terpapar desinfektan. Namun, jika merasa tidak nyaman, misal kulit terasa kering bisa olesi dengan pelembab kulit," kata dr Darma saat dihubungi detikcom, Senin (23/3/2020).
dr Darma mengatakan, efek samping akan terasa jika seseorang memiliki kulit sensitif ataupun luka terbuka di kulitnya. Ini bisa menimbulkan gejala, seperti gatal, kemerahan, dan perih setelah terkena paparan.
"Jika itu terjadi, segera basuh atau mencuci kulit yang mengalami gejala dengan air bersih yang mengalir dan menggunakan obat antiinflamasi," ujarnya. (GA)
Penyebab Diabetes Melitus dan Insipidus yang Utama, Sering Dianggap Remeh
6 Penyakit yang Bisa Timbul Akibat Sering Menahan Kencing
7 Manfaat Biji Seledri untuk Kesehatan, Jadi Suplemen Alami
Dikaitkan dengan Posisi Duduk Jokowi yang Viral, Apa Itu Hyperlaxity?
Usai Makan Banyak Daging Saat Idul Adha, Perbanyak Jenis Makanan Ini
Aksi Donor Darah, Eka Hospital Kumpulkan 219 Kantong Darah