sumber foto cnnindonesia.com Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Tjahjo Kumolo merespons ancaman Presiden Joko Widodo yang akan membubarkan lembaga negara sebagai langkah penanganan virus corona (Covid-19) yang bersifat extraordinary.
Dilansir dari laman cnnindonesia.com, Tjahjo menyebut ada banyak lembaga negara yang potensial untuk dibubarkan oleh pemerintah. "Kita ambil contoh ada banyak yang bisa dipertimbangkan untuk dihapuskan," kata Tjahjo saat menggelar rapat kerja dengan Komisi II DPR di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/7). Meski demikian, Tjahjo tak merinci lembaga atau komisi negara mana saja yang potensial untuk dibubarkan pemerintah.
Tjahjo hanya merinci setidaknya saat ini ada 96 lembaga dan komisi negara. Ia menyatakan pemerintah saat ini tengah menganalisis lembaga dan komisi mana saja yang berpotensi untuk dibubarkan. "Ya itu saya kira ini harus kita clearkan. Itu pun yang [pembentukan lembaganya melalui] PP (peraturan pemerintah) dan Perpres. Kalau yang bentuk UU kan harus ada revisi dari UU," kata Tjahjo.
Sebelumnya, Jokowi menyinggung pembubaran lembaga di depan para Menteri Kabinet Indonesia Maju pada rapat kabinet 18 Juni lalu. Akan tetapi, ia tak menjelaskan lembaga seperti apa yang berpotensi untuk dibubarkan.
Ancaman itu diutarakan Jokowi saat menyampaikan rasa kecewanya terhadap kinerja para menteri yang dinilai tidak memiliki progres kemajuan yang signifikan. Jauh sebelum itu, Jokowi pernah berjanji akan membubarkan lembaga-lembaga yang tidak bermanfaat saat mengucapkan pidato kemenangannya di Pilpres 2019 dalam 'Visi Indonesia' Juli 2019 lalu. (GA)
Indonesia Masuk Daftar Negara Terbaik untuk Dikunjungi Versi Readers' Choice Awards 2022
COVID-19 Terkonfirmasi di RI per 22 Juni 2021 Bertambah 13.668, Laporan dari Jabar Tertinggi
Pemerintah Akan Serahkan Draf Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, Ini Kata DPR
Bola Panas Larangan Mudik Lebaran saat Wabah Corona di Tangan Pemerintah
Lapor SPT Pajak Terakhir Hari Ini, Awas Kena Denda!
Ini Sebaran 20.467 Kasus Baru COVID-19 RI 29 Juni