sumber foto ekonomi.bisnis.com Pemerintah menyebut Omnibus Law Cipta Kerja akan menarik investor sebanyak-banyak. Alasannya regulasi tersebut menghapus tumpang tindih kebijakan.
Dilansir dari laman ekonomi.bisnis.com, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa setidaknya sudah ada 153 investor yang akan menanamkan modalnya di Indonesia.
“Ada relokasi beberapa negara seperti Korea, Taiwan, Jepang, Amrika Serikat, Thailand, dan beberapa negara Eropa,” katanya melalui konferensi virtual, Kamis (7/10/2020). Bahlil menjelaskan bahwa dari 153 perusahaan tersebut, beberapanya juga dari dalam negeri. Ini bukti omnibus law berdampak positif bagi penanaman modal.
Sektor investasi yang mereka minati tambah Bahlil beragam. Mulai dari infrastruktur, industri manufaktur, perkebuan, kehutanan, pertambangan, energi, bahkan kesehatan. “Selama ini mereka tidak lakukan [berinvestasi] karena diputar-putar. Dengan adanya omnibus law, sekarang mereka mau betul berinvestasi,” jelasnya.
Untuk total nilai investasi, Bahlil masih belum mau membocorkannya. Di sisi lain, dia optimistis target investasi sebanyak Rp817 triliun pada tahun 2020 akan terealisasi. Selain didukung oleh berbagai transformasi kebijakan, progres investasi sampai kuartal III/2020 masih sesuai ekspektasi. (GA)
PBNU Akan Ajukan Uji Materi Omnibus Law Cipta Kerja ke MK
Jokowi Prediksi Pemerintah Habiskan Rp100 Triliun Bangun Ibu Kota Baru
Jokowi Tegaskan Hanya Beli Vaksin Covid-19 yang Terdaftar di WHO
Tingkatkan Ekspor, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Penjaminan ke Pengusaha
RI Bakal Hidup Bersama dengan Covid-19, Ini Penjelasan Satgas
Tito Minta Tambahan Rp 1,36 T ke Sri Mulyani untuk Pilkada