Sumber foto liputan6.com Menteri Pendidikan Kebudayaan Nadiem Makarim meluncurkan, pedoman perubahan perilaku protokol kesehatan Covid-19 dalam 77 bahasa daerah. Hal ini dilakukan, agar mudah dipahami oleh masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Dilansir dari laman liputan6.com, "semoga masyarakat tergerak menerapkan pedoman ini dalam hidup sehari-hari. Saya berterima kasih pada inisiatif yang diambil Kepala Badan Bahasa yang bekerja sama dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19" kata Nadiem, Rabu (2/12/2020).
Dia juga menuturkan, kampanye pencegahan penyebaran Covid-19 harus mudah dipahami masyarakat. Strategi Kemendikbud adalah mengubah pesan-pesan itu ke dalam bahasa yang paling dekat dengan masyarakat yaitu bahasa daerah.
"Bahasa daerah sebagai bahasa ibu, dinilai sebagai sarana yang lebih efektif untuk mendekatkan isi pesan secara emosional kepada para pendengarnya," jelas Nadiem.
Diapresiasi Satgas Covid-19
Terobosan ini mendapatkan tanggapan positif dari Ketua Penanganan Satgas Covid-19, Doni Monardo. Menurutnya, bahasa daerah sangat potensial untuk mempercepat transfer informasi ke publik.
"Bahasa daerah sangat strategis untuk mempercepat sampainya informasi kepada masyarakat, mengingat istilah-istilah yang dipakai dalam konteks Covid-19 seringkali merupakan bahasa asing atau serapan dari bahasa asing seperti 'adaptasi', 'asimptomatik', new normal, dan social distancing," kata dia.
Doni meyakini, penjelasan tentang Covid-19 harus memakai bahasa yang mudah supaya cepat dimengerti masyarakat, sekaligus menunjukkan kebesaran bangsa Indonesia dari sisi keragaman budaya. "Saya harap, masyarakat lebih cepat mempelajari tentang Covid-19 dan tahu cara melawannya," jelas dia. (GA)
ISPA Serang Delapan Daerah
Isi Permendagri Baru soal Nama di KTP Minimal Dua Kata
Simak! Inilah Besaran THR 2021 yang Diatur Kemnaker
Bertambah 7.533 Kasus, Total Positif Corona 1.306.141
Update Corona 16 September: 228.993 Positif, 164.101 Sembuh
Rincian Harga TBS Sawit Sejak Pungutan Ekspor CPO Gratis